;

KERJA SAMA BILATERAL : NILAI DAGANG RI-ARAB SAUDI DIPACU

Ekonomi Hairul Rizal 31 May 2023 Bisnis Indonesia
 KERJA SAMA BILATERAL : NILAI DAGANG RI-ARAB SAUDI DIPACU

Kementerian Perdagangan menargetkan kenaikan nilai perdagangan antara Indonesia dan Arab Saudi, menyusul pertemuan bisnis perusahaan besar kedua negara. Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan bahwa pertemuan bisnis atau business matching digelar dengan melibatkan pengusaha besar asal Arab Saudi dengan perusahaan asal Indonesia. Menurutnya, sektornya usaha yang terlibat mulai dari sektor energi, infrastruktur, hingga ritel. “Saya ingin mempertemukan, rangking 1—10 pengusaha Indonesia. Ketemunya dengan Arab Saudi. Ada tuan rumah dengan Boy Tohir dan Anthony Salim dari Indonesia. Perkenalan, pertemuan. Mudahan-mudahan setelah itu saling berkunjung,” katanya, Selasa (30/5). Dia menjelaskan pertemuan bisnis tersebut digelar sejak kemarin, Selasa (30/5) hingga hari ini bakal langsung membahas kerja sama bisnis antarpelaku usaha kedua negara. Zulkifli menyatakan heran nilai perdagangan Indonesia dan Arab Saudi yang masih kecil kendati hubungan kedua negara berjalan lebih dari ratusan tahun. Sebaliknya, nilai perdagangan Arab Saudi dengan China, Amerika hingga Vietnam justru lebih besar dibandingkan dengan Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kemendag mencatat, pada periode Januari—Maret 2023, total perdagangan nonmigas Indonesia dan Arab Saudi senilai US$0,74 miliar atau naik 12,20% dibandingkan dengan periode yang sama 2022 yang sebesar US$0,66 miliar. Untuk total perdagangan nonmigas pada 2022 sebesar US$2,93 miliar dengan ekspor Indonesia ke Arab Saudi senilai US$2,02 miliar dan impor Arab Saudi ke Indonesia senilai US$0,91 miliar. Produk ekspor utama Indonesia untuk Arab Saudi yakni kendaraan bermotor, minyak sawit dan turunannya, ikan, produk kertas, arang kayu, dan plywood. Sebaliknya, produk utama Indonesia yang diimpor dari Arab Saudi antara lain ethylene glycol, sulphur, polypropylene, polyethylene, dan besi. 

Setidaknya, dia menyatakan tiga kali bertemu dengan Menteri Perdagangan dan Perindustrian Arab Saudi Majid bin Abdullah. Selain itu, dia juga pernah menerima kunjungan Raja Salman saat menjabat sebagai Ketua MPR selama dua kali. “Pertemuan dengan Kementerian sering tapi dagangnya enggak maju-maju,” tuturnya. Oleh karena itu, dia menyatakan Kemendag menyelenggarakan Forum Bisnis Indonesia-Arab Saudi guna mempertemukan pelaku usaha kedua negara di Jakarta. Pertemuan tersebut bertujuan untuk meningkatkan perdagangan kedua negara yang saat ini dinilai masih belum optimal. Atase Perdagangan Riyadh Gunawan sebelumnya menyatakan perusahaan ban terbesar di Arab Saudi Kingdom Tyres mengajak perusahaan Indonesia untuk membangun pabrik ban di negara itu. Dubes RI untuk Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad menambahkan permintaan kebutuhan ban di Arab Saudi terus meningkat karena mayoritas masyarakat Arab Saudi menggunakan mobil sebagai alat transportasi. CEO Kingdom Tyres Sulton Alkahtani menjelaskan target pemasaran produk ban bertujuan memenuhi kebutuhan ban di wilayah Gulf Cooperation Council (GCC), Asia Selatan, Eropa, dan Afrika untuk supremasi pembuatan ban. Dia berharap Kingdom Tyres diharapkan akan menjadi pemimpin global di industri ban melalui inovasi, keberlanjutan, dan diversifikasi didorong oleh Visi 2030 Arab Saudi.

Tags :
#Bilateral
Download Aplikasi Labirin :