PANTANG KENDUR OPTIMISME EKONOMI
Meski diragukan oleh mayoritas fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, optimisme pemerintah dalam menyusun sasaran ekonomi 2024 tak mengendur. Komitmen belanja ekspansif dengan menyasar sektor produktif, penerimaan negara yang prospektif, hingga inflasi dan ketidakpastian ekonomi yang dalam kendali menjadi pijakan kuat pemangku kebijakan. Tak pelak, Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2024 yang menjadi postur awal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 pun disusun dengan cukup mantap. Inflasi misalnya, disasar 1,5%—3,5% pada tahun depan. Pun dengan pertumbuhan ekonomi yang berkisar 5,3%—5,7%. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dalam Rapat Paripurna DPR RI kemarin, Selasa (30/5), menegaskan seluruh angka sasaran cukup realistis. Salah satunya komitmen negara melanjutkan perbaikan iklim investasi dari aspek logistik, serta mempertahankan belanja sosial tebal untuk melindungi konsumsi. Keduanya diproyeksikan mampu pulih pada tahun depan di tengah ekspektasi penurunan kinerja ekspor akibat normalisasi harga komoditas. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, memperkirakan pertumbuhan ekonomi terus membaik, didorong konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, dan investasi. Dari sisi permintaan, aktivitas ekspor juga diperkirakan positif sejalan dengan kenaikan permintaan global. Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah, mengatakan KEM PPKF wajib mempertimbangkan perkembangan dinamika perekonomian global dan domestik. Salah satu usulan Banggar adalah memperkuat perlindungan sosial dan subsidi, yang memiliki peran optimal untuk memproteksi rumah tangga dari guncangan ekonomi terutama inflasi.
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023