;

INFRASTRUKTUR JALAN : MENYAMBUNG URAT NADI EKONOMI SUMBAGTENG

26 May 2023 Bisnis Indonesia
INFRASTRUKTUR JALAN : MENYAMBUNG URAT NADI EKONOMI SUMBAGTENG

Akselerasi pembangunan infrastruktur jalan yang dilakukan di Sumatra Barat, Riau, dan Kepulauan Riau memainkan peran strategis guna meningkatkan pemerataan ekonomi di ketiga wilayah ini. Penyelesaian program ini diyakini akan memperkokoh posisi mereka sebagai jawara Produk Domestik Regional Bruto atau PDRB Sumatra. Proyek Jalan Tol Trans-Sumatra (JTTS) di wilayah Sumatra Barat dan Riau, serta proyek jalan di Batam dan Kepulauan Riau, misalnya, yang diyakini menjadi urat nadi perekonomian wilayah Sumatra bagian tengah (Sumbagteng). JTTS di Sumatra Barat (Sumbar), yakni tol Padang-Pekanbaru seksi Padang-Sicincin, saat ini telah dilanjutkan pembangunannya oleh PT Hutama Karya (Persero). Data perusahaan mencatat bahwa progres pembebasan lahan sudah mencapai 95%, sedangkan progres konstruksinya sudah mencapai 37,2%, dengan panjang jalan tol 36,15 kilometer (km) dan ditargetkan rampung pada 2024. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumbar Medi Iswandi mengatakan jalan tol Padang-Pekanbaru merupakan gerbang ekonomi baru bagi Sumbar. Alasannya, dia menilai apabila jalan tol tersebut telah selesai dan dioperasikan, maka hasil pertanian dan pariwisata di provinsi itu akan tumbuh dengan baik.

Proyek JTTS sendiri telah memberikan dampak ekonomi bagi badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di sektor semen, terutama PT Semen Padang, anak usaha PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengungkapkan bahwa sebagai perusahaan BUMN penyedia solusi bahan bangunan, SIG yang memiliki anak usaha di Sumatra bagian Barat, PT Semen Padang, menyambut positif pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru yang kembali berjalan. Sementara itu, proyek pembangunan tol Pekanbaru-Padang seksi Bangkinang-Pangkalan tahap 1 atau Bangkinang-Koto Kampar sepanjang 24,7 km di Provinsi Riau, progres pembangunan fisiknya telah mencapai 75,56% dengan pembebasan lahannya mencapai 94,23%. Hutama Karya menargetkan pembukaan operasional jalan tol ini dapat dilakukan pada akhir 2023. Ekonom Universitas Riau Edyanus Herman Halim memandang pacscapengoperasian dua jalan tol yakni Pekanbaru-Dumai dan Pekanbaru-Bangkinang, maka dampak positifnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Sebanyak 22 proyek infrastruktur akan segera dituntaskan pada akhir tahun depan, sebagai wujud dukungan BP Batam kepada kota tujuan investasi ini.

Download Aplikasi Labirin :