;

KEBUTUHAN KERETA REL LISTRIK : KEMENTERIAN BUMN NGOTOT IMPOR

Ekonomi Hairul Rizal 24 May 2023 Bisnis Indonesia
KEBUTUHAN KERETA REL LISTRIK : KEMENTERIAN BUMN NGOTOT IMPOR

Kementerian Badan Usaha Milik Negara tetap memilih opsi mengimpor rangkaian kereta rel listrik bukan baru dari Jepang untuk meremajakan armada milik PT Kereta Commuter Indonesia. Staf Khusus III Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga mengatakan bahwa opsi mendatangkan kereta rel listrik (KRL) bekas dari Jepang tetap diajukan kendati Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), tidak merekomendasikan impor. Kementerian BUMN, katanya, terus berupaya mencari solusi untuk para pengguna layanan KRL Jabodetabek. Saat ini, PT Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter selaku operator KRL Jabodetabek dan KRL Solo—Yogyakarta membutuhkan pengganti rangkaian kereta yang akan ‘dipensiunkan’ pada 2023. Oleh karena itu, dia menegaskan kebutuhan impor untuk jangka pendek menjadi pilihan yang paling memungkinkan.“Saat ini kondisinya [KRL buatan dalam negeri] tidak memungkinkan, makanya kami mengajukan opsi impor itu,” katanya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN Jakarta, Selasa (23/5). Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade menyebutkan telah bertemu dengan Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo pada Senin (22/5). Dalam pertemuan itu, Andre menyatakan impor KRL bekas dari Jepang untuk periode 2023 sudah bisa dilakukan. Andre mengatakan bahwa pemerintah masih akan melakukan satu kali rapat untuk memastikan rencana impor tersebut.Secara terpisah, Juru bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mendukung rencana impor rangkaian KRL bekas dari Jepang asalkan dapat mengantisipasi potensi kenaikan jumlah penumpang di masa depan. Sementara itu, Ketua Forum Transportasi Perkeretaapian dan Angkutan Antarkota Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Aditya Dwi Laksana berpendapat mpor rangkaian KRL bekas dari Jepang merupakan opsi paling memungkinkan guna menjaga kapasitas angkut KRL Jabodetabek.

Download Aplikasi Labirin :