;

KENDARAAN LISTRIK, Ada Penolakan Pemberian Subsidi

22 May 2023 Kompas
KENDARAAN LISTRIK, 
Ada Penolakan Pemberian Subsidi

Sejumlah 80,77 % masyarakat tidak setuju dengan subsidi pembelian mobil listrik karena subsidi hanya bisa dinikmati oleh kalangan tertentu yang notabene tak membutuhkan subsidi. Di sisi lain, program insentif kendaraan listrik justru dapat menjadi beban utang pada masa mendatang. Data tersebut berasal dari hasil survei oleh Continuum Institute for Development of Economics and Finance (Indef) melalui analisis data perbincangan di media social Twitter periode 8-12 Mei 2023. Dalam analisisnya, Continuum Indef telah menyaring data dari akun portal media dan pendengung (buzzer). Peneliti Continuum Indef, Wahyu Tri Utomo, memaparkan, sebanyak 80,77 % masyarakat tidak setuju atas subsidi mobil listrik karena hanya kalangan menengah ke atas (orang kaya) yang dapat membeli kendaraan tersebut.

Apalagi, daya beli terhadap mobil listrik pun cenderung tinggi sehingga tidak diperlukan subsidi untuk menstimulasi pembelian. ”Sejumlah 58,6 % masyarakat menilai, subsidi hanya menguntungkan segelintir pihak. Seharusnya, subsidi menyasar hidup orang banyak. Dalam kasus ini, pembeli dinilai tak butuh subsidi dan masyarakat justru curiga jika subsidi hanya menguntungkan pengusaha dan pejabat,” katanya dalam diskusi daring bertajuk ”Subsidi Mobil Listrik: Insentif untuk yang Berdaya Beli?”, di  Jakarta, Minggu (21/5/2023). Wahyu menambahkan, 67,17 % masyarakat justru sepakat jika ide subsidi tersebut lebih baik dialihkan untuk kendaraan umum berbasis listrik, karena jumlah pengguna transportasi publik lebih banyak dan emisi dari transportasi umum berbahan fosil lebih rendah dibandingkan mobil listrik. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :