Investasi Bisa Tersendat di Tahun Pemilu
Laju ekonomi Indonesia pada tahun pemilu 2024 diramal tidak akan signifikan. Meski konsumsi bisa menanjak, momentum pemilu justru berpotensi menahan investasi. Ditambah lagi, kondisi global yang masih diliputi ketidakpastian bakal mempengaruhi ekonomi domestik.
Sejumlah ekonom sepakat, ekonomi Indonesia di tahun 2024 akan tumbuh positif. Bahkan, masih bisa menyentuh level 5%. Namun laju pertumbuhan pada tahun depan terancam melambat dibandingkan kenaikan di 2022 yang sebesar 5,31%.
Padahal, pemerintah dalam Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2024 memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun depan berkisar 5,3% hingga 5,7%.
"Untuk pemilihan umum mendatang, kami mengharapkan PDB (produk domestik bruto) tumbuh sekitar 5%. Jadi angka pertumbuhannya masih bagus. Sehingga kita berharap pemilu 2024 masih menjadi tahun positif," ujar
Head of Research
DBS Group Maynard Arif, Selasa (16/5).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), saat pemilu 2014, ekonomi tumbuh 5,01% dengan konsumsi rumah tangga saat itu tumbuh 5,14%. Sementara pada pemilu 2019, ekonomi tumbuh 5,02% dengan pertumbuhan konsumsi rumah tangga 5,04%.
Senior Economist
DBS Bank, Radhika Rao menambahkan, tahun pemilu akan menahan investasi. Menurut dia, investor akan cenderung wait and see sampai ada kejelasan tentang kepemimpinan berikut.
Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menghitung, pemilu menambah 0,1% hingga 0,2% terhadap pertumbuhan konsumsi rumah tangga. Beberapa sektor akan tumbuh moncer, seperti sektor ritel, terutama makanan dan minuman. Lalu. transportasi hingga media.
Tags :
#Investasi lainnyaPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Geopolitik Memanas, Bisnis Bank Emas Mengkilap
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023