Tiga Bulan Terakhir Ekspor Menurun
JAKARTA, ID — Kinerja ekspor April 2023 memperpanjang rekor surplus neraca perdagangan Indonesia menjadi 36 bulan atau tiga tahun berturut-turut. Surplus neraca perdagangan April sebesar US$ 3,94 miliar, naik 39,22% dibanding bulan sebelumnya, US$ 2,83 miliar. Sedang ekspor April US$ 19,29 miliar, merosot 17,62%, month to month, dan kontraksi 29,4%, year on year (yoy). Penurunan pertumbuhan ekspor secara yoy dalam tiga bulan terakhir merupakan peringatan serius. Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Imam Machdi mengatakan, perlambatan ekspor tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga terjadi di negara-negara lain di dunia. Hal tersebut disebabkan oleh adanya perlambatan perekonomian global. Namun demikian, kinerja neraca perdagangan Indonesia masih berjalan baik, sebab neraca perdagangan masih surplus. “Saya kira apa yang dilakukan pemerintah sudah bagus apalagi neraca perdagangan surplus. selama 36 bulan. Namun, (kontraksi ekspor) ini menjadi sebuah warning, kondisi neraca perdagangan dengan negara mitra dagang utama seperti Amerika Serikat memang harus diwaspadai untuk dijaga supaya tetap baik,” ucap Imam kepada Investor Daily, usai menyampaikan paparan dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (15/05/2023). (Yetede)
Tags :
#EksporPostingan Terkait
Lubang di Balik Angka Manis Surplus Perdagangan
KETIKA PERAK TAK LAGI SEKADAR LOGAM
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023