Asean Sepakat Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik
LABUAN BAJO, ID – Asean sepakat bekerja sama membangun ekosistem electric vehicle (EV) atau kendaraan listrik di sepuluh negara anggota. Pada pertemuan puncak Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean Ke-42, Kamis (11/05/2023) di Labuan Bajo, para delegasi Asean menyatakan, kesepakatan mengembangkan ekosistem EV mencakup penetapan standardisasi, sertifikasi, produksi, dan distribusi. Kesepakatan ini sangat menguntungkan Indonesia yang memiliki banyak cadangan bahan baku utama baterai EV. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, tiga kesepakatan penting diambil para pemimpinnegara anggota dalam pertemuan KTT Asean Ke-42 di Labuan Bajo, yakni penguatan kerja sama ekonomi, perlindungan pekerja migran, dan implementasi konkret lima
poin konsensus mengenai konflik di Myanmar. “Salah satu yang disepakati dalam bidang ekonomi ialah negara negara anggota sepakat membangun ekosistem mobil listrik di kawasan. Kita sepakat untuk membangun ekosistem mobil listrik dan jadi bagian penting rantai pasok dunia, sehingga hilirisasi industri jadi kunci,” kata Presiden Jokowi dalam konferensi pers di Hotel Bintang Flores, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada Kamis (11/05/2023). Deklarasi Pemimpin Asean mengenai Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik Regional telah diadopsi oleh Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Deklarasi negara-negara di kawasan Asia Tenggara ini berisi enam poin penting. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023