Saham Emiten Energi Tak Lagi Bertaji
Setelah perkasa di sepanjang tahun 2022, indeks saham sektor energi mulai loyo di awal tahun ini. Hal ini tercermin dari pergerakan indeks saham energi. Kamis (11/5), indeks saham energi bertengger di posisi 1.933,02, turun 1,99% dibandingkan penutupan hari sebelumnya.
Jika diakumulasi sejak awal tahun ini, indeks yang dihuni saham-saham emiten pertambangan batubara, jasa angkutan tambang hingga migas ini sudah longsor 15,20%. Koreksi tersebut membuat indeks energi menjadi indeks sektoral paling jeblok di Bursa Efek Indonesia.
Performa terburuk ke dua indeks sektor bahan baku dasar dengan koreksi 10,42%. Posisi ketiga ditempati indeks sektor Kesehatan dengan penurunan 6,32% sejak awal tahun.
Buruknya performa indeks sektor energi tak lepas dari koreksi yang menimpa saham-saham penghuni indeks ini. Kontan mencatat, saham emiten batubara hingga migas mengalami penurunan berjamaah di sepanjang tahun berjalan ini.
Sebut saja saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang melemah 6,78% sejak awal tahun. Lalu, ada saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melemah 27,55%, saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) melemah 27,27%, PT Indika Energy Tbk (INDY) melemah 23,08%, dan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melemah 24,84% sejak awal tahun.
Secara teknikal, analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menilai, rata-rata saham emiten energi sudah menunjukkan sinyal death cross pada indikator MACD di chart bulanan. Seiring itu, saham energi berada pada fase bearish dan rawan dalam beberapa bulan ke depan.
Alhasil, yang bisa dimanfaatkan saat ini adalah teknikal rebound dan cenderung berspekulatif. "Jadi, disarankan koleksi saham energi dalam jumlah terbatas secara proporsi terhadap portfolio investor," kata Ivan kepada Kontan, Kamis (11/5).
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023