;

Tergiur Cuan di Investasi Bodong

Ekonomi Yoga 04 May 2023 Kompas
Tergiur Cuan di
Investasi Bodong

Di Kota Bekasi, Jabar, 520 warga menjadi korban investasi bodong yang ditawarkan D dan A. Berawal dari arisan daring, tawaran investasi berkembang hingga jumlah uang yang masuk dari ratusan korban ke nomor rekening kedua terduga pelaku itu mencapai Rp 2,3 miliar. Jumlah itu merupakan proses transaksi selama kurun waktu September 2022-April 2023. Nominal yang disetor beragam, mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 19 juta. Jaka Veranda, salah satu warga Bekasi yang turut jadi korban, tergiur mengikuti arisan daring yang ditawarkan D karena terbuai promo investasi cuan. Pemilik modal cukup menyetorkan sejumlah uang dan dalam jangka waktu tertentu akan mendapatkan keuntungan lebih dari 50 %.

”D di akhir tahun menawarkan investasi melalui story Whatsapp. Awalnya memang lancar pengembaliannya, tetapi kami tidak tahu sistemnya seperti apa,” kata Jaka, dihubungi Rabu (3/5). Tawaran investasi dari D cukup menggiurkan, jika menyetor Rp 3 juta, uang bakal kembali dalam dua minggu menjadi Rp 5,4 juta. ”Menjelang Lebaran, promo dari D makin tidak masuk akal. Misalnya kami investasi Rp 5 juta, dalam waktu seminggu bisa kembali Rp 10 juta,” ucap Jaka. Meski mulai curiga, Jaka tetap tergiur dan kembali menyetor Rp 8,7 juta atau total keseluruhan uang yang telah diinvestasikan Jaka mencapai Rp 20,3 juta. Kedok penipuan mulai terungkap saat akhir April 2023 para korban mendapat informasi bahwa pihak lain yang kerap berkomunikasi dengan D, yakni A, menghilang atau kabur. Dari informasi menghilangnya A, Jaka bersama ratusan korban lain kemudian saling berkomunikasi dan membentuk grup Whatsapp. Dari grup itu diketahui bahwa D dan A menjalankan investasi serupa. Jumlah uang korban yang telah disetor ke D dan A lebih dari Rp 2 miliar.

Kepala Seksi Humas Polres Metro Bekasi Kota Komisaris Erna Ruswing Andari membenarkan telah mendapat laporan dari para korban sejak minggu keempat April 2023. Namun, dia belum merinci jumlah korban yang melapor. ”Kami masih menunggu warga lain yang dirugikan karena investasi bodong ini. Laporan kemarin masih diproses,” kata Erna. Deputi Komisioner Perlindungan Konsumen OJK Sarjito mengatakan, arisan merupakan praktik memutar keuangan yang umumnya dilakukan pada komunitas tertentu, seperti di tingkat RT, pengajian, atau lingkungan kantor. Seiring berkembangnya teknologi, ada pula arisan daring yang kadang para anggotanya tidak saling kenal satu sama lain. ”Arisan daring ini memang rentan terjadi penyalahgunaan uang anggota. Beberapa kasus uangnya dibawa lari,” katanya. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :