Pekerja Migran Rentan Jadi Korban Perdagangan Orang
JAKARTA — Perempuan berinisial NIS, 37 tahun, menceritakan perlakuan yang diterimanya selama bekerja di Myanmar. Pekerja migran asal Bandung, Jawa Barat, ini menuturkan dirinya tak sanggup lagi mendapat siksaan dari pengawas perusahaan tempatnya bekerja. “Satu orang bisa dipukul oleh 8-10 orang. Cara mereka menyiksa tidak manusiawi, pakai alat setrum, rotan, hingga pipa paralon sampai hancur,” ujar NIS dalam video yang diterima Tempo pada 1 Mei 2023. NIS merupakan salah satu di antara 20 warga negara Indonesia yang mengaku disekap, disiksa, dan diperjualbelikan oleh kelompok penipuan online sejak Oktober 2022. Informasi mengenai 20 pekerja migran yang dipekerjakan di Myawaddy, Myanmar, ini menjadi viral di jagat maya.
Sepupu NIS bernama Rosa, 36 tahun, mengatakan NIS mulanya tergiur tawaran bekerja di Thailand sebagai customer service dari aplikasi pesan WhatsApp. Dalam informasi tersebut, upah yang dijanjikan sebesar Rp 15 juta. NIS tertarik dengan tawaran itu karena sejak pandemi Covid-19 tidak punya pekerjaan tetap. Apalagi, kata Rosa, sepupunya itu single parent atau orang tua tunggal dengan satu anak yang masih duduk di kelas IV sekolah dasar. (Yetede)
Tags :
#Dalam NegeriPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023