MOMENTUM KEBANGKITAN IHSG
Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG selepas libur Lebaran pada pekan ini sukses menembus zona hijau. Perkembangan ini memberikan optimisme bagi indeks komposit untuk dapat kembali mencapai level psikologis 7.000 pada paruh pertama tahun ini. Sinyal positif ini memantik optimisme pasar terhadap prospek investasi pasar saham dalam negeri di tengah ancaman resesi ekonomi global. Mengingat hingga hari terakhir perdagangan sebelum libur Lebaran, IHSG masih terkapar di zona merah. Bisnis mencatat, selama 2 hari berturut-turut usai libur Idulfitri, IHSG menguat 1,81%. Jadi, meskipun kemarin sempat melemah 0,43%, IHSG tumbuh positif 0,95% sepanjang tahun berjalan 2023 atau year-to-date (YtD), menjadi 6.915,72. Head of Research Surya Fajar Sekuritas Raphon Prima menilai, reli IHSG mulai terlihat sejak Maret 2023, sejalan dengan ekspektasi bahwa inflasi Indonesia terkendali berkat suku bunga yang bertengger di posisi puncak. Kendati tren positif terus menguat, dia mengimbau pelaku pasar mewaspadai potensi penurunan harga saham-saham berbasis energi seperti batu bara, khususnya usai momentum pembagian dividen. Raphon lebih memfavoritkan saham perbankan, seperti BBRI dan BBTN. Muhammad Alfatih, Vice President & Senior Technical Analyst Samuel Sekuritas, menambahkan bahwa IHSG berhasil menembus pola konsolidasi yang terbentuk sejak September 2022 di kisaran 6.735-6.860. Hal ini mengindikasikan potensi kenaikan lanjutan menuju target harga sekitar 7.100.
Tags :
#SahamPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Sinyal Kuat Kebangkitan IHSG
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023