BASF Investasi Baterai Kendaraan Listrik US$ 2,6 Miliar
BASF, perusahaan kimia terbesar di dunia asal Jerman, akan menginvestasikan US$ 2,6 miliar atau Rp 38,39 triliun untuk membangun ekosistem baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia. Rencana investasi tersebut diungkapkan langsung oleh pemimpin perusahaan BASF kepada Presiden Jokowi dalam pertemuan di Hotel Kastens Luisenhoff, Hannover, Jerman pada Minggu sore (16/04) waktu setempat. “BASF akan bekerja sama dengan perusahaan Prancis, Eramet, untuk menciptakan ekosistem tersebut dengan menerapkan praktik usaha yang memperhatikan ESG ( environment, social and government) lingkungan dan menggunakan energi hijau. Proses pembangunannya akan mulai dilakukan di akhir tahun ini,” kata Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam keterangannya, Senin (17/04).
Bahlil menambahkan, perusahaan Volkswagen melalui PowerCo juga akan turut membangun ekosistem baterai mobil di Indonesia, bekerja sama bersama sejumlah perusahaan termasuk perusahaan nasional. Bahlil menilai, hal tersebut merupakan momentum yang tepat untuk menunjukkan bahwa Indonesia secara terbuka memberikan peluang investasi kepada perusahaan di seluruh dunia. “Ini sebagai bentuk investasi yang inklusif dan sekaligus untuk menganulir cara pikir orang bahwa seolah-olah pengelolaan tambang kita di Indonesia tidak memperhatikan kaidah kaidah yang ada pada standar internasional,” tutur dia. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023