;

Biaya Tinggi Akibat Faktor Alam

18 Apr 2023 Tempo
Biaya Tinggi Akibat Faktor Alam

Ahli geologi Andang Bachtiar mengingatkan pemerintah mengenai potensi pembengkakan anggaran pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara di wilayah Penajam Paser Utara, Kaltim, yang disebabkan oleh keadaan geologi IKN yang berada di wilayah patahan, rawan banjir, dan minim air tanah baku. "Kegiatan rekayasa geoteknik untuk mengantisipasi keadaan geologi di sana bakal membutuhkan biaya tinggi," kata mantan ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia itu, kemarin. Adanya patahan di wilayah IKN, Andang mencontohkan, mengharuskan pemerintah membangun konstruksi infrastruktur yang lebih kuat dengan teknologi yang lebih modern untuk mengantisipasi pergerakan tanah. Selain itu, biaya perawatan jalan dan infrastruktur di IKN bakal jauh lebih tinggi untuk mengantisipasi bidang lemah di kawasan tersebut yang mudah turun serta bergeser. "Jalan akan cepat rusak karena penurunan permukaan tanah dan bangunan harus dibangun kokoh untuk mengantisipasi goyangannya," ucapnya. "Itu semua membutuhkan biaya yang tinggi."

Andang berujar daerah kawasan inti pusat pemerintahan IKN dipotong-potong oleh patahan-patahan naik berarah timur laut-barat daya. Patahan-patahan tersebut merupakan lokasi-lokasi rawan longsor yang harus dipertimbangkan daya dukungnya terhadap fondasi apabila hendak mendirikan bangunan, terutama bangunan bertingkat. Jika itu tidak diantisipasi, bangunan dan jalan yang berdiri di atasnya akan mudah longsor. "Itu perlu grouting (injeksi semen). Jadi, nanti kekuatan ekonomi yang menentukan layak atau tidak tinggal di sana. Sebab, ilmu geologi telah memberikan informasi ihwal potensi bahayanya dan geoteknik untuk mengantisipasi dampaknya yang membutuhkan biaya tinggi." Saat ini pembangunan IKN diperkirakan menelan anggaran Rp 466 triliun, yang dibiayai APBN sebesar Rp 89,4 triliun, kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) dan swasta Rp 253,4 triliun, serta BUMN/BUMD Rp123,2 triliun. (Yetede)


Download Aplikasi Labirin :