;

Memilah Minat Investasi IKN

Memilah Minat Investasi IKN

Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara tengah menyaring ratusan letter of intent (LoI) atau pernyataan minat untuk ikut dalam proyek pemindahan ibu kota negara ke Kaltim. Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita, Agung Wicaksono, mengatakan sebanyak 182 LoI yang masuk ke lembaganya hingga kemarin berisikan kepentingan yang berbeda-beda. Selain menyatakan minat berinvestasi, ada pengirim LoI yang sekadar menawarkan barang dan jasa. “Kami masih memastikan keseriusan dan kesesuaian para investor tersebut,” ucapnya kepada Tempo, kemarin. Pengerjaan IKN Nusantara akan sangat bergantung pada investasi swasta. Pemerintah sebelumnya mengklaim hanya 20 % kebutuhan proyek yang dibiayai kas negara, atau sekitar Rp 90 triliun dari estimasi anggaran pembangunan IKN yang diperkirakan sebesar Rp 466,9 triliun. Sebagian dana dari APBN itu sudah dikucurkan untuk bangunan serta fasilitas penunjang di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan seluas 6.671 hektare.

Dana swasta, baik yang masih dijamin pemerintah lewat program Kemitraan Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) maupun investasi murni, dibutuhkan untuk perluasan IKN hingga 256 ribu hektare. Hingga saat ini belum ada permodalan murni yang diumumkan pada proyek IKN. Kamis lalu, Otorita menyatakan ada lima investor yang sudah menerima surat izin prakarsa alias letter to proceed (LTP) untuk proyek hunian bagi aparatur sipil negara. Kelimanya adalah PT Summarecon Agung Tbk, Konsorsium China Construction First Group Corporation Ltd (CCFG Corp) dan PT Risjadson Brunsfield Nusantara (RBN), Korean Land and Development, Konsorsium PT Perintis Triniti Properti Tbk, serta PT Nindya Karya (Persero). Merujuk pada publikasi Otorita, CCFG-RBN bakal membangun 60 menara rusun untuk TNI senilai Rp 30,8 triliun. Sedangkan Summarecon akan membangun enam menara rusun senilai Rp 1,67 triliun. Ada juga 23 unit proyek sejenis, senilai Rp 8,65 triliun, yang dikerjakan oleh Korean Land and Development. (Yetede)


Download Aplikasi Labirin :