Berbenah Sambil Menunggu Restrukturisasi
Manajemen PT Rekayasa Industri (Rekind) berupaya membenahi kinerja perusahaan sambil menunggu skema restrukturisasi yang tengah dirancang pemerintah. Upaya restrukturisasi ini dilakukan karena perusahaan mengalami kerugian sejak 2020. Merujuk laporan keuangan PT Pupuk Indonesia sebagai induk perusahaan, Rekind mencatat kerugian Rp 1,5 triliun pada periode tersebut. Minus perusahaan makin besar pada 2021 menjadi Rp 3,71 triliun. SVP Corporate Secretary & Legal Rekind, Edy Sutrisman, menyatakan perusahaan masih mengalami kerugian pada 2022. Namun angka pastinya masih dihitung dalam audit. "Tapi secara umum kondisi kinerja sedikit membaik dibanding pada tahun lalu," ujarnya kepada Tempo, akhir pekan lalu. Perbaikan kinerja tersebut, kata dia, tercapai lewat efisiensi, seperti penyederhanaan organisasi. Pos-pos pengeluaran yang dinilai kurang penting juga dikurangi.
Edy menuturkan perusahaan juga mulai mengubah strategi bisnis. Dengan kondisi kemampuan keuangan saat ini, Rekind sementara berfokus pada proyek yang bisa menghasilkan arus kas lebih cepat dan berisiko rendah. "Proyek jasa, seperti pekerjaan engineering, project management consultancy (PMC), engineering procurement construction management (EPCM), cost plus free, atau pendampingan teknis lainnya," ujar dia. Selama periode 2021-2022, Rekind mengerjakan 16 proyek engineering dan PMC. Pada awal tahun ini, perusahaan memperoleh tambahan enam proyek jasa baru. Nilai kontrak proyek ini, menurut Edy, tidak sebesar proyek rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (engineering, procurement, construction/EPC) yang selama ini digarap. Namun hasilnya bisa memperpanjang napas perusahaan. "Pada gilirannya nanti, setelah proses restrukturisasi tuntas dijalankan, Rekind akan mulai berfokus mengerjakan proyek EPC dengan transformasi dan bisnis model barunya," kata dia. (Yetede)
Tags :
#PerusahaanPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023