Atur Keranjang Investasi Jelang Idul Fitri
Sepekan lagi, libur hari raya Idul Fitri tahun 2023 segera tiba. Pemerintah telah menetapkan jadwal libur Lebaran dan cuti bersama Lebaran 2023 jatuh pada 19 April hingga 25 April 2023.
Libur Lebaran ini biasanya mempengaruhi perdagangan saham. Pasalnya, aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kerap turun jelang Lebaran. Ambil contoh perdagangan saham menjelang Lebaran pada 2022 lalu.
Mengutip data BEI, pada 20 April 2022, volume perdagangan bursa masih 28,84 miliar saham dengan nilai Rp 20,84 triliun. Sehari jelang libur Lebaran, volumenya tinggal 21,25 miliar saham dengan transaksi Rp 19,71 triliun.
Kejadian serupa diproyeksi terulang lagi di tahun ini. Aroma ini sudah mulai tercium. Pada 3 April lalu, volume transaksi saham masih 15,44 miliar dengan nilai transaksi Rp 8,37 triliun.
Head of Research Jasa Utama Capital Cheril Tanuwijaya mengatakan, libur Lebaran tahun ini cukup panjang. Bahkan, pada April, hari efektif bursa hanya 14 hari, lebih singkat dibanding rata-rata bulanan, yakni 20 hari. "Artinya hanya 70% efektif dalam sebulan, sehingga volume perdagangan cenderung sepi," papar Cheril, Senin (10/4). Research & Consulting Manager
Infovesta Kapital Advisori Nicodimus Kristiantoro menimpali, secara historis volume transaksi saham di bulan Ramadan memang lebih sepi dibanding periode lainnya. Volume transaksi bisa semakin berkurang jelang Lebaran.
Para analis menyarankan, investor yang ingin bertransaksi saat volume transaksi di bursa mengecil memperhatikan sentimen di pasar. Salah satu sentimen yang berpotensi mewarnai pasar pekan depan adalah Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI).
Tags :
#Investasi lainnyaPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023