EKONOMI SYARIAH : Mengembangkan Santripreneur Lewat Digital
Para santri yang menuntut ilmu di pondok pesantren selama ini diharapkan dapat menjadi seorang muttaqin (orang yang bertaqwa), Ima man Muttaqin (pemimpin yang bertaqwa), dan Ulama’ul Amiin (Ulama yang membagikan ilmunya). Di samping itu semua, para santri juga dapat dipersiapkan menjadi seorang pebisnis sukses atau santripreneur. Pemerintah terus mendorong pengembangan program santripreneur sebagai salah satu upaya meningkatkan perekonomian syariah melalui adaptasi teknologi digital. Apalagi, pesantren merupakan salah satu institusi pendidikan tertua di Indonesia, yang menurut data dari Kementerian Parekraf, mencapai 27.000 pesantren yang menaungi 4,5 juta santri. Selain pemerintah, pihak swasta seperti Shopee juga ikut mendukung program santripreneur melalui penyelenggaraan Kompetisi Bisnis Digital Santripreneur “Dari Pesantren untuk Pesantren” sebagai rangkaian dari program pelatihan bisnis digital bagi 1.000 santri di sejumlah daerah. Direktur Shopee Barokah, Bukhori Muslim mengatakan banyak santri yang sebetulnya memiliki potensi dan kemampuan memproduksi berbagai produk berkualitas. Namun produk tersebut selama ini banyak yang dijual secara offline di lingkungan pesantren. Para santri juga diharapkan dapat naik kelas dan meningkatkan daya saingnya bersama platform digital sehingga dapat lebih mandiri dan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar mereka. Produk dari para santri peserta kompetisi tersebut dihadirkan ke dalam kanal khusus ‘Produk Santri’ di dalam platform Shopee Barokah. Dari ribuan peserta yang ikut berkompetisi, Shopee akan menyeleksi dan menentukan pemenang yang nantinya akan mendapatkan modal usaha dan paket umroh.
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023