Sektor Penerbangan Eropa Khawatir Aturan Emisi akan Hilangkan Daya Saing
Maskapai-maskapai penerbangan Eropa takut kalah saing dari maskapai-maskapai yang berbasis di luar UE. Karena mereka dapat mengabaikan aturan pengurangan emisi UE untuk menjadi netral karbon pada 2050. Paket “Fit for 55” menetapkan sasaran awal untuk mengurangi emisi karbon sebesar 55% pada 2030 dibandingkan level pada 1990. Sasaran ini melibatkan kewajiban di tingkat UE untuk meningkatkan penggunaan bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau sustainable aviation fuels (SAF). Bahan bakar ini dicampur dengan bahan bakar fosil di semua penerbangan yang berangkat dari bandara-bandara Eropa. SAF berasal dari sumber-sumber seperti limbah padat kota, sisa-sisa dari industri pertanian dan kehutan an, minyak goreng bekas, tanaman dan tumbuhan, dan hidrogen. Teknologi ini masih berkembang sehingga produk jadinya lebih mahal.
Dampaknya adalah menimbulkan biaya tambahan bagi maskapai yang wajib menggunakannya sementara penumpang harus membayar ongkos lebih tinggi. Pada saat yang sama, sektor penerbangan yang sedang dan terus tumbuh di Asia dan Timur Tengah dapat memperoleh keuntungan besar karena tidak tunduk pada aturan UE itu. “Industri penerbangan Eropa harus menghadapi kenyataan bahwa akan lebih murah untuk lolos dari ide pengurangan lingkungan itu jika keluar dari Eropa,” kata Carsten Spohr, CEO Lufthansa, pada pertemuan tingkat tinggi pener bangan Airlines for Europe (A4E) di Brussels, Belgia, Rabu pekan lalu, yang dilansir AFP pada Minggu (02/04). Spohr mencontohkan, sebuah maskapai penerbangan yang terbang dari Brussels ke Singapura melalui Paris harus membayar melalui skema perdagangan emisi karbon untuk perjalanan di Eropa. “Jika melalui Doha, tidak perlu membayar perdagangan emisi, juga tidak perlu menjadi bagian dari pencampuran (SAF dan bahan bakar tradisional),” kata Spohr. (Yetede)
Tags :
#PenerbanganPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023