Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bisa Melambat
Pemerintah perlu mengantisipasi proyeksi yang disampaikan Bank Dunia atau World Bank. Dalam rilis terbarunya, lembaga keuangan itu memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2023 menjadi 4,9%.
Sebelumnya, pada Oktober 2022 Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini akan mencapai 5,1%. Ini artinya, ekonomi Indonesia tahun ini diproyeksikan tumbuh lebih lambat ketimbang realisasi tahun 2022 yang sebesar 5,31%.
World Bank melihat perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia dipengaruhi oleh kondisi perekonomian negara kawasan ASEAN-5 dan East Asian and Pacific (EAP) yang akan menghadapi sejumlah tantangan di tahun ini. Betul, kegiatan ekonomi negara berkembang ASEAN-5 dan EAP, termasuk Indonesia telah pulih dari guncangan perekonomian global akibat pandemi Covid-19. Ini terlihat dari aktivitas ekspor dan tingginya sisi konsumsi.
"Pertumbuhan ekonomi jangka pendek di kawasan EAP akan bergantung pada pertumbuhan global yang diproyeksikan berjalan lebih lambat pada 2023 dibanding 2022," ujar Aaditya Mattoo, Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik, Jumat (31/3).
Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, Satu Kahkonen mengungkapkan, meski ada perlambatan pertumbuhan ekonomi, ia yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia masih mumpuni. "Ini karena kondisi manajemen ekonomi makro yang baik, juga dengan manajemen kebijakan moneter," terang Kahkonen.
Meski tidak setinggi tahun 2022 yang 5,3% yoy, ekonomi Indonesia tahun ini diyakini tetap dalam kondisi sehat. "Kami masih memperkirakan pertumbuhan yang sangat sehat di level 4,9% yoy pada tahun ini," tambah Kahkonen.
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023