MODAL TEBAL PACU EKONOMI
Kendati situasi global sedang tak menentu, ekonomi Indonesia diramal masih moncer tahun ini lan taran ada sederet katalis positif. Tak cuma geliat di sektor industri manufaktur, sektor jasa keuangan yang belakangan tengah disorot akibat kegagalan sejumlah bank global, juga digadang-gadang sanggup menunjukkan kinerja mumpuni. Faktor lainnya adalah momentum Ramadan dan perayaan Lebaran yang bakal mengerek konsumsi masyarakat, salah satu pilar penting penopang produk domestik bruto (PDB). Menurut analisis yang dipublikasikan Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Indonesia memiliki ketahanan dalam menghadapi guncangan yang ditimbulkan oleh krisis perbankan dunia yang memiliki dampak sistemik serta korelasinya terhadap pengetatan kebijakan moneter. Kondisi ini didorong oleh beberapa faktor seperti rasio kecukupan modal, likuiditas, dan cadangan terhadap kredit gagal bayar yang jauh lebih sehat. Selain itu, stabilitas makro dan perbankan juga lebih baik sebagaimana tecermin dari rasio non-performing loan (NPL) terhadap PDB serta inflasi yang terkendali. Tak ayal, pemangku kebijakan pun optimistis ekonomi masih dapat melaju di angka 5% pada tahun ini. Memang, proyeksi itu masih berada di bawah Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2023 yang sebesar 5,3%.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa, dalam Evaluasi Paruh Waktu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020—2024, mengatakan pemerintah akan berusaha untuk mendorong laju ekonomi hingga 6%. "Dalam skenario yang disusun oleh Bappenas, pertumbuhan ekonomi Indonesia harus mencapai 6%," katanya, Selasa (28/3). Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta Sarman Simanjorang, mengatakan sentimen negatif dari dinamika perekonomian global memang amat memukul dunia usaha. Namun ada beberapa sektor yang bertahan, sehingga masih mampu berkontribusi dalam menggerakkan ekonomi, baik dari sisi investasi maupun konsumsi. Terkhusus untuk konsumsi, pebisnis pun siap mengalokasikan THR sebagaimana aturan pemerintah.
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023