MESIN CUAN BUMN DIUJI
Kinerja korporasi pelat merah sedang bergairah. Mayoritas emiten yang terafiliasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menutup tahun buku 2022 dengan rapor biru. Pencapaian solid itu menjadi bekal untuk mengarungi tahun ini yang bakal diwarnai tantangan dari gejolak ekonomi global dan mendinginnya harga komoditas andalan Indonesia. Kinerja moncer sejumlah emiten dari keluarga pelat merah tecermin dari performa konstituen indeks IDX BUMN-20. Hingga Senin (27/3), sebanyak 18 dari 20 anggota indeks berkapitalisasi pasar Rp2.148 triliun itu sudah menyampaikan laporan keuangan 2022 yang diaudit. Dari jumlah tersebut, mayoritas emiten meraih kenaikan pendapatan.Top line yang melaju di jalur hijau mendorong profitabilitas emiten-emiten yang terafiliasi dengan BUMN. Lompatan laba bersih paling tinggi diraih oleh ELSA dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) hingga menembus tiga digit. Nasib berbeda dialami oleh TLKM dan PT Timah Tbk. (TINS) yang laba bersihnya menyusut dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) yang berbalik rugi. Sejumlah analis menilai kinerja mayoritas emiten-emiten BUMN sudah sesuai perkiraan. Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan bank BUMN yang meraih pertumbuhan laba signifikan sepanjang 2022 sejalan dengan faktor penurunan pencadangan seiring dengan tren melandainya restrukturisasi utang dalam setahun terakhir. Senada, Research & Consulting Manager Infovesta Utama Nicodimus Anggi menyarankan investor untuk condong melirik emiten-emiten bank BUMN dan pertambangan logam, terutama emas dan nikel. Secara jangka pendek, Nico merekomendasikan saham ANTM dengan target harga pada rentang Rp2.000-Rp2.050. Sementara itu, saham BMRI dan BBRI direkomendasikan untuk jangka panjang.
Tags :
#KorporasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023