Investasi Industri Hilir Mineral Perlu Diperkuat
Komitmen dan konsistensi dalam penerapan kebijakan hilirisasi mineral dalam rangka peningkatan nilai tambah oleh pemerintah dinilai sudah tepat. Yang saat ini perlu dilakukan ialah menggencarkan investasi pada industri lebih hilir lagi sehingga momentum peningkatan nilai tambah bisa benar-benar ditangkap. Chairman Indonesia Mining Association (IMA) Rachmat Makkasau, dalam ”Tripatra Energy Talk: Kolaborasi Nasional untuk Percepatan Transisi Energi dan Hilirisasi Mineral”, secara hibrida, Selasa (21/3) mengatakan, dua komoditas mineral dengan peluang terbesar saat ini untuk dikembangkan ialah nikel dan tembaga. Terkait nikel, misalnya, Indonesia menjadi negara penghasil terbesar di dunia. Hal itu menguntungkan, tetapi di sisi lain ada tantangan dalam membangun industri hilir. Saat ini, banyak orang berbicara baterai kendaraan listrik, tetapi sampai mana tingkat hilirnya masih belum detail. Sementara pada tembaga, produksi Indonesia 3 % dari seluruh produksi tembaga di dunia. Dengan pertambangan yang ada saat ini, kata Rachmat, 10 tahun ke depan akan meningkat menjadi 6 %. Di sisi lain, juga ada tantangan di industri tembaga dalam negeri.
”Dengan dilarangnya ekspor bahan mentah, otomatis produksi katoda tembaga akan melimpah. Namun, tentu kita juga tidak mau hanya ekspor katoda tembaga, tetapi (produk) hilirnya. Itu perlu ditingkatkan karena saat ini masih sangat sedikit industri hilir tembaga,” kata Rachmat. Rachmat menambahkan, pada 2025, Indonesia diperkirakan memproduksi 1,2 juta ton tembaga. Itu pun belum termasuk pertambangan yang baru akan beroperasi. Namun, di sisi lain, pemakaian di dalam negeri hanya sebanyak 400.000 ton. ”Artinya, peluang industri atau pebisnis lain untuk masuk ke downstream tembaga sangatlah besar. Bukan hanya untuk kebutuhan dalam negeri, melainkan juga ekspor. Sebab, pada 2029-2030, produksi tembaga dunia akan mulai turun. Namun, di sisi lain permintaan naik sehingga akan jadi peluang besar bagi Indonesia,” ucapnya. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023