MENGAWAL LENGGANG KINERJA DAGANG
Kinerja dagang Indonesia lagi-lagi moncer. Termutakhir, Badan Pusat Statistik (BPS), Rabu (15/3), mengumumkan neraca perdagangan pada Februari 2023 tembus US$5,48 miliar. Artinya, grafik surplus neraca perdagangan Indonesia tak pernah nyungsep ke area negatif dalam 34 bulan terakhir. Tak pelak, capaian positif tersebut kian menahbiskan Indonesia sebagai negara yang hingga kini masih memiliki fundamental ekonomi kuat. Namun jika dicermati, sejatinya ada gelagat negatif yang patut diwaspadai. Kinerja dagang yang positif tersebut berisiko berbalik arah lantaran performa ekspor dan impor pada Februari 2023 turun secara bulanan. Tren yang sama juga terjadi pada bulan sebelumnya. Menurut data BPS, ekspor pada Februari 2023 turun sebesar 4,15% secara bulanan (month-to-month/MtM) menjadi US$21,40 miliar, kendati secara tahunan masih meningkat sebesar 4,51% (year-on-year/YoY). Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M. Habibullah menjelaskan tren pelemahan ekspor dipengaruhi oleh sejumlah harga komoditas yang menurun, serta perlambatan perekonomian negara mitra dagang. Secara bulanan, ekspor migas tercatat turun 20,26%, sedangkan ekspor nonmigas juga melorot 3% secara MtM. Salah satu kekhawatiran kinerja impor lantaran penurunannya pada kategori impor bahan baku/penolong yang menjadi bahan baku industri. Sebaliknya, Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kemendag Kasan Muhri optimistis kinerja ekspor Indonesia berpeluang membaik setelah pembukaan kembali perbatasan China.
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023