;

MENGAWAL LENGGANG KINERJA DAGANG

Ekonomi Hairul Rizal 16 Mar 2023 Bisnis Indonesia (H)
MENGAWAL LENGGANG KINERJA DAGANG

Kinerja dagang In­­donesia la­gi-lagi mon­cer. Ter­mutakhir, Ba­dan Pusat Statis­­tik (BPS), Rabu (15/3), meng­­­­­umum­­kan neraca per­­­­da­­­gangan pada Februari 2023 tembus US$5,48 miliar. Artinya, grafik sur­­plus neraca perdagangan Indonesia tak pernah nyungsep ke area negatif dalam 34 bulan terakhir. Tak pelak, capaian positif tersebut kian menahbiskan Indonesia sebagai negara yang hingga kini masih memiliki fundamental ekonomi kuat. Namun jika dicermati, sejatinya ada gelagat negatif yang patut diwaspadai. Kinerja dagang yang positif tersebut berisiko berbalik arah lantaran performa ekspor dan impor pada Februari 2023 turun secara bulanan. Tren yang sama juga terjadi pada bulan sebelumnya. Menurut data BPS, ekspor pada Februari 2023 turun sebesar 4,15% secara bulanan (month-to-month/MtM) menjadi US$21,40 miliar, kendati secara tahunan masih meningkat sebesar 4,51% (year-on-year/YoY). Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M. Habibullah menjelaskan tren pelemahan ekspor dipengaruhi oleh sejumlah harga komoditas yang menurun, serta perlambatan perekonomian negara mitra dagang. Secara bulanan, ekspor migas tercatat turun 20,26%, sedangkan ekspor nonmigas juga melorot 3% secara MtM. Salah satu kekhawatiran kinerja impor lantaran penurunannya pada kategori impor bahan baku/penolong yang menjadi bahan baku industri. Sebaliknya, Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kemendag Kasan Muhri optimistis kinerja ekspor Indonesia berpeluang membaik setelah pembukaan kembali perbatasan China.

Tags :
#Ekonomi
Download Aplikasi Labirin :