Kendala Swasta Masuk ke Proyek Kereta
JAKARTA — Sejumlah kalangan mengkritik panjangnya durasi persiapan dan pembangunan proyek kereta api Makassar-Parepare. Ketua Forum Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia, Aditya Dwi Laksana, mengatakan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) sangat sulit diterapkan untuk proyek sepur dengan kebutuhan dana jumbo. Proyek strategis nasional (PSN) ini pun dianggap tak menarik bagi pemodal swasta karena merupakan jalur kereta api pertama di Pulau Sulawesi. “Jadi, hitungan permintaannya belum matang. Sedangkan mayoritas investor KPBU mencari proyek yang pengembalian investasinya bagus,” tutur Aditya kepada Tempo, kemarin. Bila merujuk pada data Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) selaku lembaga pengawas PSN, kebutuhan investasi proyek KA Makassar-Parepare menembus Rp 8,25 triliun. Sebanyak Rp 6 triliun dari jumlah itu dibiayai kas negara. Ada juga pendanaan lahan sebesar Rp 84 miliar yang disokong kas daerah yang dilintasi. Sedangkan porsi pembiayaan dengan skema KPBU tercatat sebesar Rp 2,1 triliun—terdiri atas belanja usaha (capex) sebesar Rp 1 triliun serta ongkos operasi dan perawatan Rp 1,1 triliun. (Yetede)
Tags :
#TransportasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023