2023 SUMATRA ECONOMIC SUMMIT : MENGANGKAT PERFORMA SUWARNADWIPA
Perekonomian di Pulau Sumatra, khususnya Sumatra Utara dihadapkan pada dua tantangan besar yakni pengendalian inflasi dan ketimpangan sumber pertumbuhan ekonomi. Sejumlah upaya perlu dilakukan oleh stakeholder terkait menyusul masih adanya ketimpangan pembangunan di wilayah ini.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Utara Doddy Zulverdi pada ajang 4th Sumatranomics: 2023 Sumatra Economic Summit yang digelar di Medan, Sumatra Utara, Senin (13/3). Dia mengungkapkan bahwa ada dua tujuan besar yang ingin dicapai pada forum Sumatranomics 2023. Pertama, menggali ide-ide yang nanti diharapkan menjadi referensi bagi pemerintah untuk mempercepat proses meningkatkan kualitas rekomendasi kebijakan dan juga sebagai wadah bagi akademisi, praktisi, dan mahasiswa dalam mengembangkan kapasitas keilmuan mereka. Menurutnya, dari sudut pandang Bank Indonesia ada dua tantangan struktural di dalam perekonomian domestik, khususnya Sumatra Utara (Sumut).
Kedua, adanya ketimpangan antar wilayah, di mana terdapat 25 kabupaten/kota di Sumut tergolong daerah relatif tertinggal.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Arief S. Trinugroho berharap agar ajang Sumatranomics mampu memberikan ide pemikiran yang tak hanya berbentuk konseptual nan utopis mengenai solusi, strategi kebijakan percepatan pertumbuhan ekonomi, hingga dampak krisis akibat berbagai dimensi melalui tulisan ilmiah.
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023