;

Menarik Minat Petani Muda

Ekonomi Yoga 13 Mar 2023 Kompas
Menarik Minat Petani Muda

Petani-petani muda bermunculan, menghasilkan produk pertanian yang dibutuhkan pasar. Ada juga yang gagal, lalu kapok terjun di sektor yang dibutuhkan dunia itu. PBB memperkirakan populasi bumi 9,7 miliar jiwa pada 2050. Untuk mencukupi kebutuhan penduduk dunia, Organisasi Pangan Dunia (FAO) memproyeksikan, produksi pangan pada 2050 mesti tumbuh 70 % dibandingkan dengan 2009. Pertanian merupakan sektor yang menyediakan peluang pada saatini dan masa depan. Tapi, realitas berkata lain. Sektor pertanian didera persoalan pelakunya yang menua. Regenerasi petani tak serta-merta terjadi. Anak-anak muda yang mengolah tanah, menyemai benih, memanen hasilnya, lalu memasarkannya mulai banyak. namun, hal itu belum menghilangkan kekhawatiran dampak petani yang menua. Data FAO menunjukkan, jumlah tenaga kerja di sector pertanian, kehutanan, dan perikanan turun dari 1,043 miliar orang pada 2000 menjadi 866 juta orang pada 2021.

Berdasarkan data Organisasi Buruh Internasional (ILO), persentase tenaga kerja berusia muda (15-24 tahun) di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyusut dari 10,6 % pada 2010 menjadi 8,2 % pada 2019. Pandemi Covid-19 yang memukul banyak sektor perekonomian membuat anak-anak muda kembali masuk ke sektor pertanian. Dampaknya, pada 2020, porsi anak muda di sektor pertanian naik menjadi 9,1 %. Di Indonesia, berdasarkan data BPS, persentase pemuda usia 16-30 tahun yang bekerja di sector pertanian turun dari 20,79 % pada 2017 menjadi 18 % pada 2022 (Kompas, 11/3). Per Agustus 2022, dari 135,3 juta penduduk bekerja, 28,61 % bekerja di sektor pertanian. Angka ini menempatkan pertanian sebagai sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Data BPS juga menunjukkan, dari 38,703 juta tenaga kerja di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, 25,645 juta orang atau 66,26 % berpendidikan SD, sedang yang tamat perguruan tinggi 636.398 orang atau hanya 1,64 %. (Yoga)


Tags :
#Pertanian
Download Aplikasi Labirin :