Pasar Menanti Kebijakan Suku Bunga The Fed
JAKARTA, ID – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) turun 0,5% ke level 6.776 pada perdagangan Selasa (7/3/2023). Ke depan, indeks cenderung tertekan, karena pelaku pasar masih menanti arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed). Sikap wait and see pemodal membuat indeks menembus level support kuat di 6.800, kemarin. Sejalan dengan itu, indeks bisa terus melemah hingga menyentuh 6.630. Kemarin, investor asing mencetak net sell Rp 377 miliar. Asing agresif melepas saham BBCA dengan net sell Rp 182 miliar, ASII Rp 84 miliar, ADRO Rp 55 miliar, ARTO Rp 44 miliar, dan TLKM Rp 35 miliar. Namun, secara year to date (ytd), asing masih net buy Rp 2,6 triliun. Sepanjang tahun ini, indeks telah turun 1,22%. Pelaku pasar kini menanti pidato Gubernur The Fed Jerome Powell di depan Kongres AS soal perkembangan ekonomi AS. Hal ini akan memberikan gambaran arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan. Sejumlah kalangan memprediksi The Fed menaikkan lagi suku bunga acuan Federal Funds Rate (FFR) sebesar 25 basis points (bps) pada FOMC Meeting, 21-22 Maret 2023, menjadi 4,75-5% dari saat ini 4,5-4,75%, karena inflasi AS masih tinggi. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023