Terhadang Standarisasi Baterai
JAKARTA-Keinginan pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan populasi kendaraan listrik perlu diimbangi dengan penambahan fasilitas pendukungnya. Salah satu fasilitas terpenting itu adalah tempat pengisian daya atau penukaran baterai dengan standar yang sama. Menurut data PT PLN (Persero), hingga tahun lalu, stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) baru tersedia di 257 titik dengan total 588 unit mesin. Sedangkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menunjukan baru tersedia 961 unit stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum di selruh Indonesia. Wakil Ketua Dewan DPR, Eddy Soeparno, menuturkan angka tersebut masih jauh dari ideal untuk mengimbangi target kendaraan listrik yang dipatok pemerintah. Kementerian Perindustrian menargetkan ada 1,1 juta unit sepeda motor listrik dan 50 ribu unit sepeda mobil listrik per 2023. "Saat ini, masing-masing merek memiliki baterai sendiri sehingga fasilitas penukarannya tak bisa diakses oleh banyak orang (pengguna merek lain)," CEO PT VKTR Teknologi Mobilitas, Gilarsi Setijono mengungkapkan. Absennya standarisasi membuat investasi penukaran baterai menjadi tinggi. "Kalau dibuat ekskulasi, skala ekonominya tidak tercapai dan beban di konsumen yang harus membayar mahal. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023