Meski Masih Minus, Prospek Reksadana ESG Bakal Menari
Rata-rata imbal hasil alias
return
reksadana berbasis aset
environmental, social, and governance
(ESG) masih tercatat negatif dibandingkan rata-rata
return
reksadana non-ESG di sepanjang tahun ini. Angka ini dihitung berdasarkan rata-rata imbal hasil dari 13 manajer investasi (MI) yang sudah memiliki reksadana ESG.
Research Analyst
Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani mengatakan, berdasarkan data penutupan1 Maret 2023, rata-rata
return
reksadana ESG sepanjang tahun ini minus 0,12%. "Sedangkan
return
reksadana non-ESG sepanjang tahun ini secara rata-rata sebesar 0,18%," kata dia.
Menurut Arjun, kinerja reksadana ESG masih negatif karena terpengaruh ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, baik domestik maupun global. Arjun menuturkan, mayoritas reksadana ESG adalah reksadana indeks atau ETF yang berdasarkan kinerja saham.
Head of Fixed Income
BNP Paribas AM Djumala Sutedja mengatakan, perusahaan akan fokus mengintegrasikan konsep ESG dalam proses investasi. "Walaupun memang ada aset bertema ESG secara khusus, tetapi ESG itu di BNP Paribas akan jadi filosofi, ujar dia, Kamis (2/3).
Direktur BNP Paribas AM Maya Kamdani menambahkan, BNP Paribas akan lebih gencar menyosialisasikan produk berbasis ESG. "Sosialisasi ini akan menjadi strategi kami menaikkan target
asset under management
(AUM) di tahun 2023 sebesar 10%-15% dari AUM tahun 2022," kata Maya, Kamis (2/3). Sepanjang tahun 2022, BNP Paribas berhasil memperoleh AUM sebesar Rp 32,88 triliun.
Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023