Daya Beli Masyarakat Bisa Dongkrak Inflasi Inti
Tren inflasi inti yang terjadi selama beberapa bulan terakhir mulai landai. Namun, inflasi inti diprediksi masih berpotensi mengalami kenaikan dalam beberapa bulan ke depan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, inflasi inti Februari 2023 sebesar 0,13% dalam basis bulanan atau
month to month
(mtm). Jika dihitung dalam basis tahunan, inflasi inti sebesar 3,09%. Sebagai pembanding, inflasi inti di Januari sebesar 0,33% mtm dan 3,27% year-on-year (yoy).
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan, tekanan komponen inflasi inti secara bulanan maupun tahunan masih belum terlalu kuat. "Tekanannya masih moderat," ujar Pudji dalam konferensi pers, Rabu (1/3).
Kendati inflasi inti berada dalam tren yang menurun, ekonom Bank Danamon Irman Faiz justru memproyeksi, inflasi inti akan naik pada Maret dan April. Penyebabnya karena memasuki periode bulan Ramadan dan Lebaran.
Masa puasa dan lebaran bisa mendorong peningkatan permintaan, terutama produk makanan dan minuman serta barang-barang tahan lama. "Tapi, penggerak inflasi inti masih dari sektor makanan dan minuman," kata Faiz kepada KONTAN, Kamis (2/3).
Ekonom makroekonomi dan pasar keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky sependapat, inflasi inti akan kembali meningkat pada Maret dan April nanti karena momentum Ramadan dan Idul Fitri. Dia memperkirakan, puncak inflasi inti terjadi pada momentum musiman tersebut, atau di akhir tahun ini.
Tags :
#InflasiPostingan Terkait
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023