;

JANGKAR INFLASI DIUJI

Ekonomi Hairul Rizal 02 Mar 2023 Bisnis Indonesia (H)
JANGKAR INFLASI DIUJI

Konsistensi pemangku kebijakan dalam membatasi gerak harga komoditas pemicu inflasi kembali diuji. Pasalnya, strategi intervensi harga rupanya belum mumpuni untuk terus meredam inflasi. Buktinya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi indeks harga konsumen (IHK) pada Februari 2023 mencapai 5,47% (year-on-year/YoY), lebih tinggi ketimbang Januari 2023 sebesar 5,28% (YoY). Kini situasi lebih menantang karena pergerakan harga sejumlah barang meningkat, di antaranya gula, beras, minyak goreng bersubsidi, serta bahan pangan impor seperti kedelai dan tepung terigu. Memang, kenaikan inflasi menjadi cerminan bahwa ekonomi tumbuh yang ditandai dengan aktivitas konsumsi masyarakat. Itu pun terefleksi pada data S&P Global yang mencatat Purchasing Manager's Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Februari 2023 berada di level ekspansif yakni 51,2  Pun dengan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Kementerian Perindustrian Februari sebesar 52,32, naik dibandingkan dengan Januari 2023 yang hanya 51,54. Kenaikan output dan keyakinan manufaktur ini dipicu oleh merangkaknya permintaan konsumen terutama di dalam negeri, sehingga turut menjadi pendorong inflasi. Wakil Menteri Keuangan Suahasil nazara, dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan Tahun 2023, mengatakan fokus penanganan inflasi pada saat ini ada pada komoditas pangan strategis serta harga barang bergejolak.   Menurutnya, tekanan harga akan makin berat pada bulan ini dan bulan depan lantaran bersamaan dengan momentum Ramadan dan Idulfitri yang secara historis mengerek harga barang. Hal ini pun diperkuat dengan data BPS yang mencatat adanya kenaikan inflasi yang cukup tinggi satu bulan sebelum Ramadan hingga Idulfitri. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini, mengatakan sejak 2019—2022 inflasi Ramadan didorong oleh komdoitas pangan dan harga bergejolak.

Tags :
#Inflasi
Download Aplikasi Labirin :