Pengurangan Karbon jadi Kebutuhan Bisnis
JAKARTA, ID -- Program pengurangan karbon, energi terbarukan, dan environmental, social, and governance (ESG) di Tanah Air merupakan kebutuhan bisnis. Hal ini membuat lembaga internasional percaya Indonesia melakukan hal yang baik, sehingga mendapatkan investment grade dan tingkat kupon obligasi lebih rendah. “PT Freeport Indonesia di April tahun lalu menerbitkan global bond US$ 3 miliar dan itu oversubscribed. Pertanyaan paling tajam mengenai ESG, tapi berhasil membuktikan berdasarkan fakta bahwa kita bisa mendapatkan investment grade, membuat coupon rate-nya lebih rendah, dan yang lebih penting adalah kepercayaan internasional bahwa we are doing good things in Indonesia,” kata Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas dalam acara B-Universe Economic Outlook 2023, di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (14/02/2023). Kalau semua pihak ikut serta dalam program tersebut, Tony yakin tujuan yang diharapkan pemerintah net zero emission (NZE) pada 2060 bisa tercapai. Untuk tahun 2030, baru-baru ini, Indonesia menaikkan target penurunan emisi menjadi 31,89% secara mandiri dan 43,20% dengan bantuan internasional. (Yetede)
Tags :
#Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023