Vokasi Perlu Lebih Terarah
JAKARTA, KOMPAS — Kesenjangan antara investasi yang tinggi
dan minimnya penciptaan lapangan kerja perlu diatasi dengan pendidikan vokasi berbasis kompetensi yang terarah
dan dipusatkan di wilayah pusat
pertumbuhan industri tertentu.
Pemetaan arah kebijakan yang
lebih terarah dan berbasis kajian krusial untuk menjawab
tantangan dunia industri di
tengah ketidakpastian ekonomi
global.
Dalam 10 tahun terakhir, nilai investasi yang masuk ke Indonesia terus meningkat, tetapi
penciptaan lapangan kerja yang
dihasilkan masih minim, bahkan terus menurun. Sebagai
perbandingan, pada tahun 2013,
investasi Rp 1 triliun masih bisa
menyerap hingga 4.594 tenaga
kerja. Pada 2021 dan 2022, investasi dengan nilai sama hanya
bisa menyerap 1.340 orang dan
1.081 orang.
Sementara itu, realisasi investasi tahunan meningkat signifikan pada periode yang sama.
Investasi naik 126 persen dari
Rp 398,6 triliun pada 2013 menjadi Rp 901,2 triliun pada 2021.
Pada 2022, investasi naik 33
persen secara tahunan menjadi
Rp 1.207,2 triliun. Selama pandemi, tepatnya pada 2020, investasi bahkan mampu tumbuh
positif kendati hanya naik tipis,
sebesar 2 persen.(Yoga)
Tags :
#Investasi lainnyaPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
09 Feb 2026
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
30 Jun 2025
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
24 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023