Pemulihan Terkendala Keterbatasan Penerbangan
Sektor industri pariwisata diharapkan mampu menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional. Sejalan dengan pemulihan kunjungan dan pergerakan wisatawan, pemerintah berharap PDB sektor ini bisa tumbuh lebih dari 4 % pada 2023. Kendati demikian, masih ada tantangan keterbatasan kursi penerbangan. Menparekraf/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga S Uno mengatakan, pemulihan industri pariwisata ditandai dari tingkat hunian kamar hotel yang mencapai 54,41 % per November 2022. Pada libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, tingkat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 600.000–650.000 kunjungan sehingga membantu meraih target pemerintah yang sebesar 4,4 juta kunjungan.
Data BPS menunjukkan, sepanjang 2022, jumlah kunjungan wisman tercatat 5,47 juta kunjungan. ”Usaha kita tahun 2023 harus dua kali lipat. Kami yakin pergerakan wisatawan bisa didorong melalui paket-paket wisata yang konkret,” ujar Sandiaga saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia secara hibrida, Kamis (9/2) di Jakarta. Associations (ASEANTA) Eddy Soemawilaga menyampaikan, 60 % kedatangan wisatawan mengandalkan pesawat terbang, 23 % transportasi laut, dan 16 % angkutan darat. Namun, industri penerbangan saat ini masih menghadapi tantangan agar bisa mendukung pemulihan pariwisata. Rata-rata maskapai penerbangan masih menanggung beban keuangan saat pandemi 2020–2021. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023