;

Dimensi Ekonomi Pasar Rakyat Belum Optimal

Ekonomi Yoga 06 Feb 2023 Kompas
Dimensi Ekonomi Pasar
Rakyat Belum Optimal

Dimensi ekonomi pasar rakyat atau pasar tradisional di Kalimantan, Maluku, dan Papua yang telah direvitalisasi masih belum tumbuh optimal. Dari total pasar yang telah direvitalisasi dan disurvei, tak sampai separuhnya yang berhasil meningkatkan dimensi ekonomi. Salah satu indikator dimensi ekonomi itu adalah omzet pedagang. Tak sampai separuh pedagang di pasar-pasar tersebut yang menyatakan omzetnya meningkat. Sisanya justru mengaku omzetnya stagnan, bahkan turun. Hal itu mengemuka dalam laporan BPS tentang ”Profil Pasar: Analisis Dampak Revitalisasi Pasar Rakyat di Kalimantan, Maluku, dan Papua” yang dipublikasikan pada 31 Januari 2023. Laporan itu berdasarkan survei Mei-September 2022 dan melibatkan 5.045 pedagang di 362 pasar rakyat yang telah direvitalisasi di tiga wilayah tersebut.

BPS menyebutkan, secara umum, rata-rata Indeks Pasar Rakyat di Kalimantan, Maluku, dan Papua sebelum direvitalisasi 45,16. Setelah direvitalisasi, indeks itu naik jadi 51,61. Indeks dengan skala 0-100 itu mengukur empat dimensi pasar rakyat, yakni fisik, ekonomi, manajemen, dan sosial budaya. Untuk dimensi ekonomi, rata-rata indeks sebelum direvitalisasi sebesar 39,76 dan setelah direvitalisasi  meningkat jadi 41,09. Dimensi ekonomi pasar rakyat itu diukur dari aspek-aspek ekonomi, antara lain omzet pedagang, biaya retribusi, jumlah pengunjung, akses permodalan, stabilitas pasokan barang, dan digitalisasi pasar. Dari sisi omzet, 46,52 % pedagang di pasar-pasar yang disurvei mengakui omzetnya  naik. Sisanya, 27,95 %, menyatakan omzet turun dan 25,05 % omzet cenderung sama. Direktur Mubyarto Institute Awan Santosa, Minggu (5/2) menilai, pengembangan dimensi ekonomi revilitasi pasar rakyat masih belum optimal, indikasinya adalah tak sampai separuh pedagang di pasar-pasar tersebut yang menyatakan omzetnya meningkat. (Yoga)


Tags :
#Ekonomi #Pasar
Download Aplikasi Labirin :