Ketua PBNU: Tidak Boleh Dieksploitasi Jadi Senjata Politik
JAKARTA, ID – Nahdlatul Ulama (NU) tidak boleh menjadi pihak dalam konstetasi politik. Karena itu, jika dilakukan, maka akan terjadi benturan kekuatan dengan pihak lain dan umat. Identitas organisasi tidak boleh dieksplotasi sebagai senjata politik. Hal ini ditegaskan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Pengurus Besar Nahdlatul Ulama(PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam acara Ngopi Bareng dengan Pemred Media Nasional dan Koresponden Asing di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (1/2/2023). “NU dengan konstituennya akan dianggap tak adil jika ikut dalam sebuah kompetisi politk. Sudah banyak contoh di Irak, Nigeria, India, karena identitas diekspoilitasi sebagai senjata politik. NU sudah jadi identitas politik, namun tidak boleh dieksploitasi,” kata Gus Yahya. NU, kata dia, akan menjaga jarak dengan kegiatan politik praktis. Hal ini merupakan keputusan Muktamar ke-27 Tahun 1984 di Situbondo. “Sudah putusan muktamar NU Tahun 1984, NU harus mengambil jarak dari politik praktis. Perdebatan sudah selesai dan sudah diputuskan, ini semua kita tinggalnya pratiknya,” katanya. (Yetede)
Tags :
#Dalam NegeriPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023