BISNIS PENERBANGAN, Garuda Memulai Babak Baru
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memulai babak baru bisnis setelah menuntaskan restrukturisasi utang. Saham maskapai pelat merah itu mulai diperdagangkan lagi di BEI. Garuda juga berkomitmen memperkuat bisnis kargo ekspor dan umrah. Per 3 Januari 2023, BEI mencabut suspensi saham Garuda (GIAA) sejak perdagangannya dihentikan selama 16 bulan sejak 18 Juni 2021. Pencabutan itu mengacu pada Pengumuman BEI Nomor PENG-UPT-0001/BEI.PP2/01-2023. Sebelumnya, BEI menyebutkan, jika tidak ada perbaikan kondisi Garuda dan suspensi berlangsung hingga 24 bulan, emiten GIAA bisa dihapus dari bursa (delisting). Setelah dibuka seharga Rp 204 per lembar, saham GIAA sempat melejit dan menembus batas atas (auto reject atas/ARA) seharga Rp 224 per lembar. Pada akhir perdagangan, Selasa (3/1) saham Garuda berada di zona merah, melemah 9,01 % pada harga Rp 202 per lembar. Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, pencabutan suspense saham membuat manajemen Garuda makin optimistis terhadap kinerja perseroan sepanjang 2023.
Untuk itu, manajemen Garuda berkomitmen mengakselerasi penguatan fundamen perusahaan yang ditopang struktur biaya yang semakin adaptif pascarestrukturisasi utang. ”Kami berharap pencabutan suspensi itu dapat membuat kinerja saham GIAA tumbuh positif sekaligus memberikan nilai optimal bagi seluruh pemegang,” kata Irfan melalui siaran pers di Jakarta. Pascatuntasnya proses restrukturisasi utang pada akhir tahun lalu, 64,54 % komposisi saham Garuda dimiliki pemerintah, 7,99 % oleh Trans Airways, 7,99 % oleh publik, dan 4,83 % oleh kreditor. Sebelumnya, pemerintah memiliki 60,54 % saham Garuda. Menteri BUMN Erick Thohir menuturkan, dimulainya kembali perdagangan saham GIAA merupakan pertanda baik bagi kinerja Garuda Indonesia. Hal itu juga menjadi salah satu bukti kepercayaan serta apresiasi publik terhadap upaya-upaya bersama pemerintah dan manajemen Garuda Indonesia dalam restrukturisasi. Erick berharap transformasi Garuda makin baik dan konkret, mencakup manajemen, keuangan, dan pelayanan. (Yoga)
Tags :
#PenerbanganPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023