Aksi Nyata Transisi Energi Meredam Krisis Iklim
Upaya menahan kenaikan suhu Bumi di bawah 1,5 derajat celsius memerlukan aksi nyata dari semua pihak, karena itu, komitmen transisi energi yang telah dicanangkan harus diakselerasi untuk meredam dampak krisis iklim yang makin mengancam. Direktur Perencanaan Strategi dan Pengembangan Bisnis Pertamina New Renewable Energy (NRE) Fadli Rahman mengatakan, transisi energy merupakan salah satu langkah untuk mengatasi krisis iklim, yang semakin mendesak mengingat kenaikan suhu Bumi saat ini sudah di atas 1 derajat celsius. ”Kalau naik sampai 2 derajat (celsius), akan terjadi chaos. Perhitungannya saat ini, jika kita tidak melakukan aksi nyata sekarang, kenaikan suhu Bumi bisa lebih parah (tinggi),” kata Fadli dalam gelar wicara Kompas 100 CEO Forum dengan tema ”Taking Bold Actions Against Climate Crisis” di Fakultas Teknik UI, Depok, Jabar, Senin (21/11). Akselerasi peralihan penggunaan energi fosil menuju energy baru dan terbarukan (EBT) mutlak diperlukan.
Indonesia bisa menjadi pemain kunci memacu transisi energi karena mempunyai sumber EBT yang melimpah, tapi pemanfaatan EBT di Indonesia masih sangat minim. Padahal, potensinya sangat besar, seperti air, surya, angin, panas bumi, dan gelombang laut. ”Potensi energi air, baru terpakai 8 %. Penggunaan energi angin 0,01 %. Jadi, masih sangat banyak yang bisa dimanfaatkan,” ucapnya. Menurut Fadli, akselerasi transisi energi membutuhkan kolaborasi aksi dari pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat. Regulasi pemerintah dinilai sangat penting untuk memacu pemanfaatan EBT pada masa mendatang. Transisi energi juga berdampak terhadap perusahaan penyedia energi, seperti Pertamina. Transisi itu bukan sebatas konversi energi, melainkan membawa misi dekarbonisasi atau mengurangi emisi karbon. ”Untuk EBT, Pertamina mempunyai geotermal (panas bumi) yang paling besar 1,8 gigawatt. Hal ini akan kami galakkan, ditambah dengan panel surya. Pada masa depan, ini akan menjadi hal biasa. Hampir semua gedung nanti akan dijadikan panel surya,” ujarnya. (Yoga)
Tags :
#Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023