;

Salah momentum Rencana Kenaikan Listrik

18 Apr 2022 Tempo
Salah momentum  Rencana Kenaikan Listrik

Sinyal kenaikan tarif listrik non-subsidi yang beberapa kali diungkapkan pemerintah, menurut sejumlah pengamat, tak tepat diwujudkan  pada tahun ini. Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform, Fabby Tumiwa, menyatakan ada resiko kenaikan inflasi yang membayangi kebijakan ini. Pasalnya, kenaikan tarif listrik dibarengi dengan kenaikan harga pangan, bahan bakar, serta barang dan jasa lainnya. Di sisi lain, ekonomi belum benar-benar penuh setelah dihantam pandemi Covid-19. "Berarti daya beli masyarakat akan tergerus," kata Fabby Tumiwa ketika dihubungi, kemarin. Dia khawatir akan daya beli rumah tangga miskin, terutama karena pemerintah  juga melontarkan wacana kenaikan harga BBM jenis Pertalite dan solar bersubsidi. Selain itu,  pemerintah menyatakan akan menaikkan  harga jual eceran dan formula elpiji 3 kilogram yang sekarang disubsidi. Menteri Sumber Energi dan Sumeber Daya Mineral Arifin Tasrif, dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi Energi DPR pada Rabu, 13 April lalu, menyatakan bahwa kenaikan listrik, BBM, serta elpiji, dilakukan untuk mengurangi beban negara. (Yetede)

Download Aplikasi Labirin :