;

Penurunan Bunga Kredit Useless

05 Mar 2021 Sumatera Ekspres
Penurunan Bunga Kredit Useless

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (0JK) memastikan kinerja sektor jasa keuangan membaik. Berbagai relaksasi kebijakan prudensial yang pemerintah terbitkan bisa menjaga stabilitas. Namun, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyatakan fungsi intermediasi perbankan belum bisa optimal jika permintaan (demand) pembiayaan masih rendah.

"Walaupun bunga kredit turun, nggak ada permintaan itu useless (percuma)," kata Wimboh. Dia menuturkan OJK telah mendorong perbankan agar menurunkan suku bunga kredit produktif hingga di bawah 10 persen. Per Januari 2021, suku bunga kredit modal kerja turun ke level 9,27 persen. Suku bunga kredit konsumsi dan investasi masing-masing tercatat 10,95 persen dan 8,83 persen.

Dia mengakui, persebaran virus SARS-CoV-2 membuat banyak nasabah sulit membayar cicilan lantaran usahanya terdampak. Akibatnya, sistem perekonomian dan sektor keuangan terganggu. Makanya Peraturan OJK (POJK) Nomor 11 Tahun 2020 terbit sebagai kebijakan countercyclical. Melalui aturan tersebut, bank dan perusahaan pembiayaan bisa merestrukturisasi kredit para debitur.

Hingga 8 Februari, restrukturisasi perbankan capai Rp987,48 triliun dari 7,94 juta debitur. Dari jumlah tersebut, 6,15 juta debitur adalah sektor UMKM senilai Rp388,33 triliun. Untuk non-UMKM sebanyak 1,79 debitur senilai Rp599,15 triliun.

Terpisah, Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menyatakan kebijakan OJK itu seiring transmisi penurunan suku bunga BI 7-Day (Reverse) Repo Rate diperkirakan berlanjut dalam jangka pendek. Dari situ, ruang penurunan suku bunga kredit semakin terbuka. Dengan catatan, bank dapat memitigasi risiko. "Dengan begitu, risk premiumn salah satu Komponen pemengaruh suku bunga kredit perbankan akan turun,” terang Josua.


Tags :
Download Aplikasi Labirin :