Pasar Modal
( 329 )Anjloknya Bursa Saham Internasional
Bursa sejumlah negara anjlok pada perdagangan Senin (5/8). Uang kripto pun tidak selamat dari guncangan global ini. Dampaknya, desakan penurunan suku bunga bank sentral semakin menggema. Harga bitcoin terkoreksi 15 % dan ethereum terpangkas 22 %. Mata uang kripto lain juga terpantau turun, seperti solana yang terpangkas 18 %. Sementara BNB turun 19 %. Di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup turun 3,4 %. Nikkei Jepang anjlok 12,4 % karena kehilangan 4.451 poin. Terakhir kali kinerja Nikkei seburuk itu tercatat pada 19 Oktober 1987, yang dikenal sebagai ”Black Monday” dan bursa di sejumlah negara anjlok. Kini, bursa sejumlah negara terkoreksi habis-habisan.
Taiex Taiwan merosot 8,4 %, penurunan terburuk dalam 57 tahun terakhir. Sementara Kospi Korsel ditutup turun 8,8 %. Otoritas bursa Korsel dan Jepang memutuskan penundaan perdagangan akibat perkembangan perdagangan itu, untuk mencegah kepanikan berlanjut gara-gara indeks terus merosot. Bursa Hong Kong, Hang Seng, dan China, Shanghai Composite, lebih lega karena hanya turun masing-masing 2,3 % dan 1,3 %. Indeks Australia, S&P/ASX 200, kehilangan 3,7 %. Kondisi Eropa juga tidak baik. DAX Jerman, CAC Perancis, FTSE Inggris, dan IBEX Spanyol terkoreksi lebih dari 3 %. Europe 600, indeks bursa gabungan Eropa, terkoreksi 3,11 %. Indeks bursa berjangka AS pada Senin mencatat penurunan. DOW turun 800 poin atau 2 %. S&P 500 terpangkas 2,9 %.
Nasdaq anjlok 4,2 %. Dalam pembukaan perdagangan Senin, DOW langsung terpangkas 1.072 poin atau 2,7 %. Sementara S&P 500 terkoreksi 4,1 % dan Nasdaq merosot 6,3 %. Sementara itu, CBOE Volatility Index yang memantau tingkat gejolak bursa AS mencapai 55 poin. Terakhir kali indeks itu melewati 50 poin ter catat pada awal pandemi. Pialang dan investor cemas kenaikan bunga akan membuat yen menguat terhadap dollar dan mata uang lain. Penguatan yen mengurangi pendapatan eksportir, emiten utama Nikkei. Toyota dan Subaru merupakan raksasa otomotif sekaligus di Nikkei. Emiten otomotif mengandalkan hasil ekspor sebagai pendapatan mereka. Penguatan yen berarti pengurangan keuntungan eksportir. Jika kurs naik 1 yen, keuntungan terkoreksi sampai 10 miliar yen. (Yoga)
Tren Pertumbuhan Positif IHSG Belum Diiringi Kenaikan Kinerja Sektor Konsumen
Indeks Harga Saham Gabungan telah terpompa ke level 7.200-7.300 dalam sebulan terakhir dari level 6.700. Namun, pertumbuhan indeks belum diikuti perbaikan kinerja saham sektor konsumen. Per Senin (15/7) IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup pada level 7.278,863. Equity Analyst Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi, memprediksi, dengan kondisi pasar saat ini, IHSG akan menguji area psikologisnya di area 7.369-7.403 selama pecan ini. ”Jika data sepekan ke depan sesuai ekspektasi pasar, ada kemungkinan IHSG akan menembus area psikologis tersebut dan akan menguji level berikutnya di 7.454,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin. Tren dan prediksi pertumbuhan IHSG, menurut dia, ditopang sentimen kebijakan suku bunga, khususnya dari bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).
Berdasarkan CME FedWatch, yang mengukur tingkat kemungkinan penurunan suku bunga oleh The Fed, 86,4 % responden optimistis The Fed mulai akan memangkas suku bunganya pada September 2024, meningkat dibanding beberapa hari sebelumnya yang hanya 70 %. Hal ini didasarkan pada inflasi tahunan AS yang turun ke level 3 % secara tahunan pada Juni 2024. Tingkat inflasi ini sudah turun tiga bulan berturut-turut dan terendah sejak Juli 2023. Dari sisi inflasi inti, yang tidak memperhitungkan variabel energi dan makanan, juga mengalami penurunan ke level 3,3 %, terendah selama tiga tahun terakhir.
Menurut analis Mirae Asset Sekuritas, Abyan Yuntoharjo, dalam laporannya, sektor konsumen sebenarnya masih menghadapi banyak kendala. ”Perusahaan konsumen nonsiklikal (consumer non-cyclical/barang konsumen primer menghadapi lingkungan yang menantang dengan prospek pertumbuhan yang terbatas. Meskipun ada peristiwa besar, sebagian besar perusahaan di sektor ini berkinerja buruk,” kata Abyan. Sektor konsumen siklikal, yang menyangkut produk selain kebutuhan primer, juga masih mengalami perlambatan karena harga bahan baku yang tidak stabil dan rupiah yang melemah. (Yoga)
Sinyal Positif Pasar Modal di paruh Kedua 2024
Memasuki paruh kedua tahun ini, prospek pasar modal diyakini masih memiliki masa depan cerah. Sinyal positif tersebut datang dari penerbitan surat utang korporasi yang akan lebih semarak dan kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) yang berpeluang bangkit hingga menyentuh Rp7.400 pada akhir tahun mendatang. Head of Fix-income Research PT Sinarmas Sekuritas Aryo Perbongso berpandangan, penerbitan surat utang korporasi pada semesnter kedua tahun ini bakal lebih semarak dengan nilai proyeksi di kisaran Rp 60-80 triliun. Angka tersebut lebih besar dari corporate bond pasar semester I-2024 yang sebesar Rp 39 triliun. "Faktornya, karena tingginya nilai jatuh tempo di semester dua tahun ini yang membuat korporasi membutuhkan refinancing. Selain itu, juga dengan adanya pemangkasan suku bunga di kuartal IV-2024, maka korporasi akan berbondong-bondong menerbitkan bond semester I-2024 ini," jelas Aryo. (Yetede)
Tanpa Transparansi Sulit Menjaring Investor Muda
Kisruh pemberlakuan mekanisme full call auction (FCA) di bursa saham membuat investor pasar modal makin tak nyaman. Di tengah gempuran sentimen global terkait kebijakan suku bunga acuan dan kondisi perekonomian dunia, polemik FCA menambah kondisi pasar saham domestik kian kurang kondusif. Padahal, Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai penyelenggara bursa saham mestinya bisa mendorong perdagangan yang transparan sehingga bisa membikin nyaman pelaku pasar. Dengan demikian, bukan hanya investor eksisting mau bertahan di pasar saham, BEI juga bisa menggaet lebih banyak investor baru untuk masuk ke bursa saham. Doddy Prayogo, content creator investasi yang ikut sebagai salah satu pembicara Focus Group Discussion (FGD) yang digelar KONTAN, Kamis (20/6) lalu menyebut, cukup sulit untuk mengarahkan investor baru untuk ke pasar modal Indonesia. Informasi saja, FCA mulai diberlakukan pada 25 Maret 2024 lalu. Menurut CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis pada bulan tersebut memang terjadi peningkatan nilai transaksi sekitar 142% dibanding bulan sebelumnya, atau mencapai total transaksi sejumlah US$ 1,3 miliar di Tokocrypto.
Peningkatan juga terjadi pada jumlah pengguna, yakni pengguna baru sekitar 20% dan pengguna aktif naik sekitar 40%. “Rata-rata pengguna baru Tokocrypto direntang usia 25 tahun - 35 tahun,” imbuh Yudhono. CEO Indodax Oscar Darmawan melihat, demografi pengguna Indodax menunjukkan kecenderungan ke arah pengguna yang lebih muda di periode Januari-Juni 2024. Transaksi pada periode tersebut juga naik hingga 624,91% dibanding periode sama tahun sebelumnya. “Ini sejalan dengan tren global, generasi muda kian tertarik dengan teknologi dan investasi alternatif,” tandas Oscar, Minggu (23/6). Kasan, Plt Kepala Bappebti juga mengatakan berlakunya FCA tidak sepenuhnya berdampak langsung dan signifikan terhadap pergerakan transaksi kripto. Namun, lebih dipengaruhi kondisi supply dan demand pasar kripto global. Terutama pergerakan kripto dengan pangsa pasar besar seperti Bitcoin, Ethereum dan Binance. Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi, mengungkapkan, nilai transaksi aset kripto mengalami penurunan dari Rp 103,58 triliun pada Maret 2024 menjadi Rp 52,3 triliun pada akhir April 2024. Meski begitu, secara akumulatif sepanjang 2024, transaksi kripto naik 328,63% menjadi Rp 211,10 triliun yoy.
PASAR MODAL : Perbedaan Investasi & Trading
Dalam dunia pasar modal, terdapat dua strategi yang biasanya digunakan oleh pelaku pasar, yaitu investasi dan trading. Meskipun keduanya bertujuan untuk menghasilkan keuntungan, tetapi ada perbedaan dalam cara kerja, tujuan, dan strategi yang digunakan. Dikutip dari Dataindonesia.id, investasi adalah kegiatan membeli dan menyimpan sebuah instrumen dengan tujuan membangun kekayaan secara perlahan, melalui kenaikan harga atau apresiasi nilai aset (modal) serta dividen atau bunga yang diakumulasikan selama masa investasi. Adapun, trading merujuk pada kegiatan membeli dan menjual aset keuangan, seperti saham, mata uang asing (forex), atau komoditas untuk mendapatkan keuntungan dari fluktuasi harga. Investasi cenderung fokus untuk menyimpan dalam jangka panjang. Sementara trading fokus dalam jangka pendek. Para trader pada umumnya menggunakan jangka waktu mingguan, harian, jam, bahkan menit untuk menyimpan sebuah instrumen trading.
Jelang Libur Idul Adha, IHSG Berada di Zona Merah
Aktivitas kesibukan para pekerja terlihat di Hall Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Jumat (14/6/2024). Pada sesi perdagangan terakhir menjelang libur panjang Idul Adha tahun 2024 ditutup di zona merah dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 1,42 persen atau 96.73 poin ke level 6.734.831. (Yoga)
OJK: Penurunan Pasar Modal Perlu Disikapi Rasional
OJK mengimbau para pelaku pasar untuk bersikap rasional dalam berinvestasi. Hal itu disampaikan setelah perusahaan jasa keuangan AS, Morgan Stanley, menurunkan peringkat pasar saham Indonesia menjadi underweight pada Mei 2024. Risiko fiskal dan penguatan dollar AS menjadi faktor pelemahan indeks komposit saham di Tanah Air. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMDK) OJK Inarno Djajadi, dalam keterangannya, Kamis (13/6) menjelaskan, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dipengaruhi faktor fundamental dan sentimen, baik di global maupun domestik. ”OJK mengimbau para pelaku pasar untuk bersikap rasional serta mempertimbangkan faktor-faktor, baik fundamental maupun sentimen-sentimen dalam penentuan keputusan berinvestasi,” katanya.
Dalam laporan penelitian yang dirilis 10 Juni 2024 itu, tim Morgan Stanley menyampaikan, investasi pasar saham Indonesia di Morgan Stanley Capital Index (MSCI) Asia dan negara berkembang mengalami penurunan terendah sepanjang 2024.Mencermati hal ini, Morgan Stanley menurunkan rekomendasi investasi di pasar modal Indonesia menjadi underweight. Artinya, pasar modal Indonesia berkinerja buruk hingga beberapa waktu ke depan. ”Kami melihat ketidakpastian dalam jangka pendek terkait arah kebijakan fiskal di masa depan, demikian juga dengan pasar mata uang asing karena faktor suku bunga AS yang masih tinggi dan prospek penguatan nilai tukar dollar AS,” kata tim Morgan Stanley dalam laporannya. (Yoga)
Rupiah dan Indeks Saham Makin Terpukul
Pergerakan kurs rupiah hingga Indeks Harga Saham Gabungan bergerak ke titik terendah sepanjang 2024. Pengamat menilai, tren suku bunga tinggi, gejolak politik dalam negeri, sampai musim semi dividen saham menjadi faktor pelemahan. Mengutip data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), pada perdagangan Rabu (12/6) rupiah ditutup di level Rp 16.297 per USD atau melemah 5,26 % dibanding penutupan akhir 2023, sekaligus menjadi kurs rupiah terlemah sepanjang kalender berjalan 2024. Sementara IHSG sampai penutupan perdagangan hari Rabu berada di posisi 6.850, jatuh 5,7 % dibanding level IHSG di awal tahun di atas 7.300.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Edi Susianto mengatakan, pelemahan rupiah dipengaruhi sentimen data tenaga kerja AS yang masih di atas ekspektasi pasar. Rilis data ketenagakerjaan AS belum lama ini mencatat kenaikan non-farm payroll, Mei lalu, hingga 272.000 pekerjaan. Data ini lebih tinggi dari 165.000 lapangan kerja di bulan April dan jauh melebihi ekspektasi 185.000 lapangan kerja. Non-farmpayrolls merupakan laporan penggajian sektor tenaga kerja di AS di luar pertanian yang mencakup 80 % tenaga kerja di bidang manufaktur, konstruksi, dan barang.
Hal ini mengakibatkan mata uang negara kawasan Asia, termasuk rupiah, melemah di pasar kontrak derivatif (non-deliverable forward/NDF). Rupiah di pasar NDF pada Senin (10/6) sempat berada di level Rp 16.320 per USD, kini sudah di Rp 16.300 per USD. Hal ini menyebabkan nilai tukar rupiah di pasar spot selama Senin-Rabu melemah. ”Saat ini, rupiah relatif terkendali di bawah Rp 16.300 per USD. BI memastikan berada di pasar untuk menjaga jangan sampai ada gejolak yang ekstrem dan menjaga keseimbangan supply-demand valas agar confidence pasar tetap terjaga,” katanya, Rabu. (Yoga)
TRANSAKSI PASAR MODAL : BOS EMITEN TAMBAH KOLEKSI SAHAM
Volatilitas tinggi di pasar saham menjadi momentum yang dimanfaatkan oleh sejumlah bos emiten dan investor institusi pemegang saham pengendali untuk berbelanja saham guna mempertebal kepemilikan saham. Teranyar, PT Kreasi Jasa Persada (KJP) telah menyelesaikan pembelian saham PT Petrosea Tbk. (PTRO) sebesar 7,5% atau setara dengan 75,83 juta saham. Transaksi itu dilakukan pada harga Rp2.741 per saham, sehingga anak usaha PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) merogoh kocek sebesar Rp207,86 miliar. Dalam keterbukaan informasi Selasa (11/6), Sekretaris Perusahaan CUAN Robertus Maylando Siahaya menyampaikan, kepemilikan saham perseroan dalam PTRO meningkat dari 34% menjadi 41,5% setelah transaksi tersebut. Robertus menyebutkan pembelian itu sejalan dengan rencana pengembangan usaha CUAN, yang secara umum bertujuan untuk menambah aset perseroan, sehingga dapat memberikan nilai lebih kepada para pemangku kepentingan perseroan di masa mendatang. Langkah itu sejalan dengan aksi Prajogo Pangestu yang turun tangan untuk memborong saham PT Barito Renewables Tbk. (BREN). Pada Senin (10/6), Prajogo membeli 37,84 juta saham BREN di tengah tekanan jual akibat sahamnya masuk ke papan pemantauan khusus (PPK) dengan skema full call auction. Sejak masuk PPK pada 29 Mei 2024, saham BREN sudah merosot 46,2% dari level Rp11.250 ke level Rp6.050 hingga Jumat (7/6). Namun, saham BREN menguat 2 hari berturut-turut sebesar 9,92% pada Senin (10/6), dan 9,77% pada Selasa (11/6) setelah aksi borong bos Grup Barito Pacific itu.
“Penambahan kepemilikan saham oleh Prajogo merupakan bentuk dari kepercayaan atas langkah-langkah strategis pengembangan dan ekspansi usaha yang telah dilakukan oleh Barito Renewables bersama anak usaha, Star Energy Geothermal dan Barito Wind Energy,” kata Corporate Secretary Barito Renewables Energy Merly dalam keterangan Resmi, Senin (10/6).
Aksi pembelian saham juga dilakukan setidaknya oleh tiga direktur utama emiten lain. Mereka ialah Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) Darmawan Junaidi, Direktur Utama PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk. (MAHA) Yenny Hamidah Koean, dan Direktur Utama PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) Hasmoro. Berdasarkan laporan kepemilikan saham yang disampaikan kepada BEI, Darmawan menyampaikan telah membeli 150.000 saham BMRI dengan harga pelaksanaan Rp5.900 per saham. Lewat transaksinya senilai Rp885 juta itu, total saham BMRI yang dikoleksi Darmawan meningkat menjadi 10,98 juta saham.
Sementara itu, pengamat pasar modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy menjelaskan upaya Prajogo Pangestu dengan mengintervensi pasar dapat menciptakan kepercayaan investor ke saham BREN. Menurutnya, aksi pembelian oleh bos emiten akan berdampak positif, sehingga investor yang sempat mengalami panic selling menjadi optimistis untuk menahan saham BREN.
Harga Saham Bank Besar Turun
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG turun, Senin (27/5) seusai libur panjang pekan lalu. Pelemahan diikuti jatuhnya harga saham beberapa bank berkapitalisasi besar. IHSG yang dibuka di level 7.222 terus turun sampai akhir perdagangan, Senin, IHSG melemah 0,64 % ke posisi 7.176. Sebagian besar indeks saham juga mengalami penurunan. Indeks LQ45 melemah 0,68 %, Kompas100 turun 2,02 %, Srikehati turun 2,2 %, dan IDXBUMN20 anjlok 2,93 %. Tim Analis Pilarmas Investindo dalam rilisnya, Senin siang, menyampaikan, sentimen eksternal berupa pelemahan bursa regional Asia akibat berkurangnya ekspektasi penurunan suku bunga The Fed, setelah risalah pertemuan bank sentral itu pekan lalu, mendukung pelemahan tersebut.
Pertemuan itu mengungkapkan kekhawatiran inflasi yang sedang berlangsung dengan beberapa pejabat cenderung menaikkan suku bunga karena tidak banyak bukti bahwa inflasi berada pada jalur yang berkelanjutan menuju target 2 % sebagaimana ditetapkan The Fed untuk bisa memangkas suku bunga acuan. Selain itu, pasar juga mencermati perkembangan ekonomi China. Laba perusahaan industri China naik 4,3 % secara tahunan jadi 2.094,69 miliar yuan China pada periode Januari-April 2024, seperti periode sebelumnya
Pada perdagangan Senin, saham PT Bank Sentral Asia Tbk turun 1,33 % ke harga Rp 9.300 per lembar dan saham PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk turun 3,6 % ke harga Rp 4.550 per lembar. Saham PT Bank Mandiri Persero Tbk turun 3,72 % ke Rp 5.825 per lembar dan PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk turun 1,89 % ke Rp 4.670 per lembar saham. Turunnya harga saham perbankan besar saat ini, menurut Nafan, justru menjadi peluang bagi investor untuk membeli saham secara bertahap. Apalagi IHSG diprediksi cenderung tumbuh positif tiga bulan ke depan, yakni hingga Agustus. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Kisruh Labuan Bajo Merusak Citra
04 Aug 2022 -
Masih Saja Marak, Satgas Tutup 100 Pinjol Ilegal
01 Aug 2022 -
ANCAMAN KRISIS : RI Pacu Diversifikasi Pangan
10 Aug 2022 -
HARGA PANGAN, Fenomena ”Lunchflation”
29 Jul 2022 -
Digitalisasi Keuangan Daerah
26 Jul 2022









