;
Tags

Industri lainnya

( 1893 )

Gaet Investor Masuk ke Jatim Lewat Kawasan Industri Halal

Sajili 14 Dec 2020 Surya

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tengah giat menggaet investor masuk ke Jawa Timur lewat pengembangan Kawasan Industri Halal. Pasalnya lahan seluas 480 hektar sudah disiapkan di Sidoarjo untuk menampung para pengusaha yang ingin sukses di Jatim melalui Kawasan industri Halal.

Kawasan Industri halal sendiri adalah suatu area yang dikhususkan untuk produksi dan tempat penyimpanan produk halal. Dimana integritas suatu produk halal dijamin oleh kawasan melalui sistem dan prosedur halal yang ketat. Kawasan Industri Halal ini merupakan pengembangan kawasan industri di Safe N Lock berdiri di atas lahan seluas 480 hektar. Lahan kawasan industri halal ini direncanakan total 148 hektar.

Hal ini juga didukung dengan potensi Jawa Timur yang memiliki sekitar 6.826 pondok pesantren dan bertahap sedang dikembangkan program One Pesantren One Proctuct (OPOP). Hal tersebut membuktikan bahwa pasar dunia masih terbuka lebar untuk Indonesia dan Jawa Timur. Dengan adanya peluang tersebut, sangatlah tepat bila di Jawa Timur dengan masyarakatnya yang religius didirikan Kawasan Industri Halal.


Industrialisasi Pangan, Bersatu Mendorong Sagu

Ayutyas 11 Dec 2020 Bisnis Indonesia

Berdasarkan data Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Indonesia memiliki areal hutan sagu terluas serta diversitas genetik terbesar di dunia. Daerah yang diyakini sebagai pusat asal sagu adalah sekitar Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Namun, dari total lahan sagu seluas 5,5 juta hektare yang berada di Papua belum tergarap dengan baik. di Papua Barat dari 510.000 hektare lahan sagu, yang digarap baru sekitar 20.000 hektare atau setara 3,93% dan selebihnya berupa hutan sagu. Luas tanaman sagu Indonesia yang berada di Papua hanya 50,33%, setengahnya lagi tersebar di Riau, Bangka Belitung, dan Kalimantan Barat.

Berita menyedihkannya, hingga kini setidaknya baru ada tiga industri besar yang mengelola bisnis persaguan ini, ketiganya yakni PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJ), Sampoerna Agro, dan Perum Perhutani.Dari tiga pabrik sagu tersebut, milik Perum Perhutani yang tercatat memiliki kapasitas paling besar yakni 30.000 ton per tahun. 

Sejak berdirinya pabrik perseroan pada 2015 hingga saat ini, kinerja perseroan masih harus disubsidi oleh lini usaha perseroan lain yakni sawit yang lebih besar. Sinergi untuk pengembangan industri sagu ini masih terbatas. ANJ tercatat membuka pabrik sejak 2015 lalu tercatat mendapatkan konsesi pengelolaan hutan sagu dari pemerintah seluas 40.000 ha di Sorong Selatan, Papua Barat.

Direktur Jenderal Industri Agro Kementrian Perindustrian (Kemenperin) Abdul Rochim sepakat peluang pengembangan industri sagu saat ini memang sangat besar. Harus ada kerjasama dengan Kementrian Perdagangan, Pendidikan, hingga Pariwisata untuk bersama-sama mengembangkan industri sagu saat ini. Dari sisi industri Kemenperin tengah mengusahakan upaya subtitusi impor hingga 35% pada 3 tahun ke depan. Jika mampu mengambil 5% dari nilai impor atau sekitar Rp 2 triliun untuk sagu maka akan cukup membantu industri pengolahan sagu.

Sagu sudah ditegaskan sebagai tanaman pangan asli Indonesia. Konsumsinya pun sudah dikenal sejak Kerajaan Budha yang berkembang di Nusantara. Bagaimanapun sagu adalah masa depan pangan Indonesia. Memetakan bidang industri dan pertanian yang mendukung cita-cita di atas, tentunya harus dilakukan sejak sekarang.


Kemenperin Terus Perkuat Industri Halal Agar Jago di Kancah Global

Sajili 10 Dec 2020 Sinar Indonesia Baru

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya memperkuat struktur industri, termasuk industri halal di Tanah Air untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor, serta mampu bersaing di kancah global.

“Upaya tersebut sebagaimana yang tercantum dalam Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia Tahun 2019-2024,” kata Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses industri Internasional (KPAII) Kemenperin Dody Widodo di Jakarta, Rabu (9/12).

Menurutnya, di dalam kawasan industri halal tersebut, seluruh layanan yang berhubungan dengan kehalalan produk berada dalam satu atap atau one stop service, termasuk laboratorium dan lembaga pemeriksa halal (LPH).

Potensi meningkatnya permintaan produk halal dalam negeri maupun luar negeri, kata dia, selain bisa menjadikan Indonesia sebagai regional and global halal hub untuk produksi dan perdagangan halal, juga mendorong kebutuhan terhadap logistik halal.

Berdasarkan The State of Global Islamic Economy (SGIE) Report 2020/2021, Indonesia berhasil naik ke peringkat 4 pada tahun ini, dibandingkan 2019 yang ada di posisi ke-5 dan 2018 di peringkat 10. Sedangkan dilihat dari nilai ekspor, Indonesia menempati urutan ke-4 yang mencapai 21,588 miliar dolar AS.


Pasar Domestik Berpotensi Diserbu Barang Tiongkok

leoputra 02 Dec 2020 Investor Daily, 2 Desember 2020

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menuturkan, banjir produk impor Tiongkok membuat produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tersungkur, sehingga defisit neraca dagang dengan Negeri Tirai Bambu itu makin lebar.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta Kamdani mengatakan, RCEP berpotensi mempercepat normalisasi arus perdagangan yang terdampak pandemi Covid-19. Selain itu, Indonesia bisa lebih mudah mengundang masuk investasi dari negara-negara RCEP. Namun, untuk mendapat hasil positif dari perjanjian kerja sama ini, Indonesia harus mampu bersaing dengan negara-negara anggota lain.

Pemerintah Indonesia, kata Shinta, perlu terus menerus memastikan iklim usaha di sektor-sektor tersebut tetap baik sehingga produktifivitas, efisiensi, dan keunggulan ekspor sektor tersebut bisa terus dipertahankan. Pada saat yang sama, RCEP menciptakan persaingan yang lebih tinggi bagi sektor telekomunikasi, teknologi informasi, dan sektor padat karya nasional seperti sektor garmen, sepatu, dan otomotif

Reformasi Industri, Ujian Pemulihan Manufaktur

tuankacan 01 Dec 2020 Bisnis Indonesia

Subsektor industri manufaktur yang bisa melejit pastinya adalah subsektor yang secara langsung menyokong proses pemulihan kesehatan dan ekonomi nasional, seperti subsektor farmasi, kimia dan alat kesehatan. Sementara itu, subsektor industri makanan dan minuman, tekstil dan produk tekstil (TPT), otomotif, dan peralatan elektronik kemungkinan akan berangsur-angsur pulih meski masih akan tetap bergantung pada pola konsumsi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran per Agustus melonjak menjadi 9,77 juta orang, atau naik 2,67 juta orang dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu akibat pandemi Covid-19. Di sisi lain, sektor manufaktur masih mengalami tekanan yang cukup dalam mengingat belum pulihnya permintaan domestik dan pasar ekspor. Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan penciptaan lapangan kerja, industrialisasi, dan peningkatan daya saing ekonomi masih menjadi ujian berat bagi sektor manufaktur

Sementara itu, jumlah produk yang memiliki sertifi kat TKDN sekurang-kurangnya sebesar 25% ditargetkan sebanyak 6.000 produk pada 2020, dan meningkat menjadi 8.400 produk pada 2024. Selanjutnya, untuk mendorong terserapnya produk-produk lokal, pemerintah mengeluarkan regulasi untuk optimalisasi penggunaan barang dengan standar TKDN.

Nanjing Steel bangun Pabrik Kokas US$ 383 Juta di Morowali

leoputra 01 Dec 2020 Investor Daily, 1 Desember 2020

Nanjing Iron & Steel mengatakan bahwa anak usahanya yakni Jinmancheng Technology Investment Co Ltd, Tsingshan Holding GroupJ-eray Technology Group, PT Indonesia Morowali Industrial Park, dan Dongxin Business Management Partnership Ltd akan membangun perusahaan patungan (joing venture) yang dinamakan PT KinRui New Energy Technologies Indonesia, untuk membangun pabrik kokas tersebut . Nanjing Iron & Steel akan memiliki 78% saham di perusahaan joint venture tersebut. Kepemilikan sahan itu akan melalui anak usahanya, yakni Jinmancheng

Tiongkok memproduksi 471,26 juta kokas di 2019, naik 5,2% dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu produksi kokas di Januari-Oktober 2020 menurun 0,7% dibanding periode sama tahun lalu menjadi 390,99 juta ton.

Salah satu perusahaan industri baja PT Sunrise Steel mampu melakukan penambahan investasi di tengah pandemi. Sigit menuturkan, melalui penambahan lini produksi kedua baja lapis aluminium seng (BjLAS), Sunrise Steel diharapkan terus berkontribusi memperkokoh industri baja di Tanah Air.

Dalam upaya menumbuhkan industri baja nasional, dia menuturkan, pemerintah mendorong para pelaku industri untuk terus berinovasi serta meningkatkan kemampuan produksi,, sehingga mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor

OPEC Bahas Perpanjangan Pengurangan Produksi

leoputra 01 Dec 2020 Investor Daily, 1 Desember 2020

Organisasi Negara - negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) mengadakan per temuan secara virtual pada Senin (30/11) untuk mempertimbangkan perpanjangan pengurangan produksi hingga Januari 2021. Langkah ini diambil menyusul pandemi virus corona Covid-19, yang terus membebani permintaan minyak mentah global. Para menteri minyak negara anggota OPEC memulai pertemuan konferensi video pada pukul 13.00 GMT, dan berharap dapat membuka halaman baru dari tahun yang membawa bencana. Demikian dikutip AFP.

Sementara itu, harga minyak mentah telah meningkat 25% sejak awal bulan, dan kembali ke level sebelum terjadi pandemi antara US$ 45 dan US$ 50 per barel untuk acuan harga minyak Amerika Serikat (AS), West Texas Intermediate (WTI), dan acuan harga Eropa Brent North Sea. Namun, harga minyak Senin pagi kembali turun sebagai tanda kecemasan investor menjelang pertemuan

Tiga Industri Unggulan Melesat Tahun Depan

leoputra 30 Nov 2020 Investor Daily, 30 November 2020

Para pelaku industri memprediksi penjualan mobil pada 2021 mencapai 750 ribu unit, naik 43% dari estimasi 2020 sebanyak 525 ribu unit, sedangkan sepeda motor diestimasikan tumbuh 6-19% menjadi 4-4,3 juta unit dari estimasi 2020 sebanyak 3,6-3,7 juta unit. Adapun penjualan semen diperkirakan tumbuh 5-6% dan mamin naik 5-7% 

Seiring dengan itu, industri manufaktur tahun depan diproyeksikan tumbuh 3,95%, dibandingkan per September 2020 yang turun 2,63%. Investasi akan menjadi salah satu faktor penopang per tumbuhan industri, selain perbaikan kinerja beberapa sektor unggulan. Melesatnya industri mamin olahan, otomotif, dan semen bakal berimbas ke lantai bursa. Tahun depan, saham-saham emiten ketiga industri tersebut diperkirakan berada dalam teritori positif.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi), Adhi S Lukman menuturkan, pertumbuhan industri mamin tahun ini tergerus oleh pandemi Covid-19. Hingga akhir tahun, pertumbuhan industri pemasok produk domestik bruto (PDB) manufaktur terbesar ini ditaksir hanya 3%, melambat dari 2019 sebesar 7,78%. Tahun depan, pertumbuhan mamin diprediksi naik menjadi 5-7%. 

Industri Reksa Dana, Banjir Investor Di Tekfin

tuankacan 30 Nov 2020 Bisnis Indonesia

Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo mengatakan pertumbuhan jumlah investor pasar modal berdasarkan single investor identification (SID) secara year to date (ytd) sudah mencapai 3,5 juta investor, menanjak 42,19%. Padahal, per Desember 2019, jumlah investor berdasarkan SID baru 2,48 juta. Secara khusus, investor reksadana mencatatkan pertumbuhan 59,32% ytd menjadi 2,8 juta investor dari 1,7 juta investor pada akhir 2019.

Berdasarkan demografinya, sebanyak 49,4% merupakan investor pada rentang usia 20 tahun–30 tahun, diikuti dengan 23,85% investor berada pada rentang usia 30 tahun—40 tahun. Demografi berdasarkan usia yang lebih muda, lanjut Uriep, merupakan alasan pertumbuhan investor dan AUM reksadana melalui platform daring di Indonesia mengingat generasi tersebut lebih melek terhadap teknologi.

Chief Executive Officer PT Bibit Tumbuh Bersama (Bibit) Sigit Kouwagam menyebut bahwa sebenarnya Covid-19 memberikan tekanan pada industri reksadana, diantaranya karena daya beli turun. Namun, di sisi lain APERD berbasis tekfin mampu menawarkan solusi investasi digital.

Menurutnya, kemudahan menggunakan aplikasi dan transaksi reksadana secara digital menjadi faktor utama peningkatan transaksi selama masa pandemi. Selain itu, lanjutnya, selama Covid-19 awareness masyarakat akan investasi juga meningkat karena banyak yang sadar bahwa dana darurat itu sangat penting dalam menghadapi situasi krisis.  

Mitha optimistis pertumbuhan transaksi reksadana akan terus meningkat pada tahun depan. Pasalnya, dia melihat sejak adanya pandemi masyarakat jadi semakin melek keuangan dan sadar akan kebutuhan untuk berinvestasi dan mengembangkan uang yang dimiliki.

Industri Tekstil dan Produk Tekstil, Cegah Deindustrialisasi TPT!

tuankacan 27 Nov 2020 Bisnis Indonesia

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rerata impor produk TPT sebesar US$7 miliar— US$8,5 miliar, dengan angka tertinggi pada 2018 sebesar US$8,5 miliar. Sebagian besar impor tersebut adalah bahan baku, termasuk serat tekstil. Ketua Umum API Jemmy Kartiwa Sastraatmaja mengatakan saat ini industri TPT masih sulit berdaya saing dengan negara lain karena ongkos produksi—harga energi, listrik, gas, hingga biaya pengolahan limbah B3 dan upah—masih tinggi. Biaya upah yang terus naik pun tidak diimbangi dengan produktivitas yang meningkat.

Dengan adanya program substitusi impor 35% oleh Kementerian Perindustrian, imbuhnya, seharusnya bisa meningkatkan penggunaan bahan baku lokal. Apalagi, imbuhnya, industri hulu di dalam negeri memiliki kapasitas produksi serat rayon dan polyester yang memadai untuk memenuhi kebutuhan nasional. Dari segi keunggulan dan harga, kedua bahan baku tersebut juga tidak kalah dengan katun.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta sebelumnya mengatakan pembukaan keran impor menjadi penyebab utama hancurnya industri TPT yang berorientasi pasar domestik, bahkan jauh sebelum pandemi Covid-19. Disisi lain, Kemenperin juga mendorong agar lebih banyak pelaku usaha TPT yang masuk dalam platform Indonesia Smart Textile Industry Hub (ISTIH), mengingat saat ini yang terdaftar baru ada sekitar 6.000 pelaku usaha.

Menurut dia reformasi pengembangan kebijakan industri riil saat ini sebaiknya tidak lagi melihat dari supply side melainkan demand side. “Bahwa ada roadmap itu bagus tapi sesuai pasar tidak? Jadi coba mindset-nya diubah sekarang kita melihat dulu market-nya. Jangan lupa saat ini terjadi peningkatan 140 juta kelas menengah, artinya peningkatan domestik akan melebar dari sini saja,” tuturnya.


Pilihan Editor