;
Tags

e-commerce

( 475 )

Proyeksi BI 2022 Transaksi E-Commerce Rp 530 Triliun

HR1 24 Jan 2022 Kontan

Transaksi e-commerce Indonesia sepanjang 2021 masih tumbuh tinggi meskipun di bawah perkiraan. Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi e-commerce di 2021 sebesar Rp 401 triliun. Sebelumnya BI memperkirakan transaksi e-commerce tahun lalu bisa mencapai Rp 403 triliun. Artinya, hasil tersebut baru mencapai 99,50% dari target BI. Meski tidak sampai mencapai proyeksi BI, Gubernur BI Perry Warjiyo menilai hasil transaksi e-commerce sepanjang 2021 justru tumbuh lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2020. "Ini masih tumbuh 50,8% bila dibandingkan dengan tahun 2020 yang sebesar Rp 266 triliun," ujar Perry dalam pesan singkat yang diterima KONTAN Kamis (20/1). Yang terang, faktor inilah yang membuat bank sentral masih optimistis transaksi e-commerce di 2022 bakal kembali tumbuh. "Ada kecenderungan meningkat dari perkiraan kami (sebesar Rp 530 triliun),” tuturnya.

Mekipun demikian, Kepala ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual tidak mempersoalkan transaksi e-commerce Indonesia tahun lalu tidak sesuai dengan proyeksi Bank Indonesia. Makanya David menilai perkiraan transaksi e-commerce tahun 2022 ini yang sebesar Rp 530 triliun oleh Bank Indonesia tersebut sudah rasional. Pasalnya, masyarakat hingga saat ini masih gemar berbelanja secara daring. Sementara Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira memproyeksi transaksi e-commerce tahun ini berada di kisaran Rp 490 triliun hingga Rp 500 triliun. Artinya berada di bawah perkiraan BI yang sebesar Rp 530 triliun.



Mengenal E-Dagang Lintas Negara Dari Cina

KT3 20 Jan 2022 Kompas

Dalam satu dekade terakhir setidaknya ada 3 perusahaan dagang yang menandai tonggak perjalanan ekosistem e-dagang lintas negara di China. Pertama, LigthInTheBox. Perusahaan ritel daring yang berdiri 2007 ini mencatatan pendapatan 1 miliar RMB atau 157 juta USD pada 2012. Perusahaan kedua, Global Top Ecommerce, membukukan pendapatan 10 miliar RMB atau 1,57 miliar USD pada 2017. Terakhir,   merek mode SHEIN yang mencapai pendapatan 100 miliar RMB atau 15,7 miliar dollar AS di akhir 2021. Ketiganya mewakili perusahaan daring global dengan model business to consumer (B2C) yang mengirim produk langsung ke konsumen.Keberhasilan perusahaan di China memasarkan produk secara langsung pada konsumen dunia tak lepas dari perkembangan ekosistem digital.

Sebelum tahun 2018, strategi paling banyak diterapkan penjual lintas negara di China ialah ”puhuo” yang dapat diterjemahkan sebagai distribusi. Demi menjangkau sebanyak mungkin pembeli, produk didistribusikan melalui sebanyak mungkin saluran, dikombinasikan dengan promosi massal dan harga produk yang murah. Di tahun 2021, Anker misalnya, mengubah strategi dengan memasang margin produk rendah dan berinvestasi pada pemasaran, penjenamaan, serta menjual produk berkualitas premium. Amazon misalnya, per Mei 2021 memblokir 50.000-an penjual China karena manipulasi ulasan palsu. Hal ini menguatkan gagasan membangun platform mandiri sebagai saluran penjualan langsung. (Yoga)


Survei Dailysocial.id: 58,9% Pemakai e-money Menggunakan OVO

KT1 13 Jan 2022 Investor Daily

Survey Dailysocial.id yang bertema Fintech Report 2021:The Convergence of (Digital) Financial Services menyebutkan, OVO sebagai uang elektronik (e-money) paling banyak digunakan di Indonesia. Dari total pengguna e-money  di Tanah Air, sekitar 58,9%-nya tercatat sebagai pengguna OVO. Menurut laporan CORE Indonesia, setelah bergabung dengan OVO, sejumlah 8 dari 10 UMKM yang sebelumnya tidak memiliki akses bank, kini juga telah mengenal produk-produk perbankan. Hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia juga menunjukkan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia pada periode 2019-kuartal II-2020 naik sekitar 9% menjadi 73,7% dari toal populasi,atau setara dengan 196,7 juta penduduk. Untuk senantiasa memberikan kemudahan bagi masyarakat, terutama segmen unbanked, OVO pun terus berupaya memperluas ekosistem offline melalui kerjasaam dengan berbagai mitra, antara lain Indomaret, LOTTE Mart, Mitra Bukalapak, dan masih banyak lagi. (Yetede)

Tokopedia Makin Menjadi Andalan Masyarakat dan UMKM

KT1 07 Jan 2022 Investor Daily

Tokopedia, perusahaan marketplace, membagikan deretan temuan menarik terkait tren jual-beli secara daring sepanjang tahun 2021. Tokopediapun mencatat bahwa Medan, Bandung, dan kota Surabaya, menjadi kota dengan penjualan secara daring tertinggi sepanjang tahun 2021. Lebih lanjut katagori favorite belanja yang disukai masyarakat di paltform Tokopedia diraih oleh produk katagori rumah tangga, fesyen, serta olah raga dan hobi. Sementara itu, katagori produk yang paling diburu  oleh masyarakat terutama masker yang diperlukan ditengah pendemi Covid-19, kaos dan sepatu sneakers. Barang-barang tersbut menjadi barang paling populer sepanjang tahun 2021 di Tokopedia. Sebagai perusahaan teknologi asal Indonesia, Tokopedia memiliki misi mencapai pemerataan ekonomi secara digital. (Yetede)

Bisnis OVO Ditopang SDM Andal dari Berbagai Latar Belakang

KT1 07 Jan 2022 Investor Daily

OVO, salah satu platform pembayaran digital, rewards, dan layanan keuangan terdepan (fintech) dan paling banyak digunakan di Indonesia, menyadari bahwa pertumbuhan bisnisnya akan selalu  memerlukan dukungan SDM yang andal. Karena itu, OVO pun masih terbuka untuk menerima talenta andal dan berbagai latar belakang kelimuan. "Diantara karyawan OVO ada yang berlatar arsitektur, lembaga swadaya masyarakat, fesyen, film, data science, desain grafis, dan masih banyak lagi. Kontribusai dan sudut pandang mereka sangat kami hargai, baik yang merupakan mahasiwa magang maupun  managemen senior," kata HR Director OVO Debora Bangun. Sementara itu, menurut laporan riset dari CORE Indonesia, sebanyak 82% UMKM di Tanah Air menyatakan terbantu oleh ekosistem OVO ditengah pandemi. (Yetede)

Tidak Cuma BBHI, Bukalapak akan Banyak Berkolaborasi dengan Bisnis Lain

KT1 06 Jan 2022 Kontan

Rencana PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) masuk ke PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) diklaim membawa dampak positif. Managemen BUKA menyebutkan, Allo Bank bakal memperbesar bisnisnya dilayanan digital. Direktur PT Bukalapak.com Tbk Teddy Nuryanto Oetomo mengungkapkan, langkah BUKA masuk ke BBHI terdorong lini bisnis BUKA yang memerlukan financial service. Demi memperkuat jaringan infrastruktur, ke depan BUKA  membuka kemungkinan berkolaborasi  dengan banyak pihak. Kolaborasi itu bisa menjadi joint venture, berinvestasi ke suatu perusahaan, akusisi, maupun bentuk lain. BUKA masih memiliki banyak bahan bakar pendanaan, yang nominalnya diperkirakan cukup untuk tiga hingga lima tahun kedepan. Disisi lain keterlibatan Salim Group ke dalam BBHI dipandang bisa menguntungkan BUKA apabila dapat membangun ekosistem bersama. (Yetede)

Transaksi Digital Naik, Bisnis Paylater Menjajikan

HR1 30 Dec 2021 Kontan

Kenaikan transaksi digital berdampak ke bisnis paylater atau bayar nanti semakin berkembang. Terutama transaksi yang terjadi di e-commerce. Bisnis paylater diperkirakan akan terus menjulang tinggi yang dijalankan oleh fintech, multifinance hingga dompet digital.   Bank Indonesia (BI) memperkirakan, transaksi e-commerce tahun depan akan mencapai Rp 530 triliun. Meningkat 31,4% dari perkiraan total transaksi pada tahun 2021, sebesar Rp 403 triliun. Salah satu pemain paylater adalah Akulaku Finance. Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia, Efrinal Sinaga mengatakan, pihaknya menargetkan bisnis ini sekitar Rp 7 triliun. Realisasi hingga November 2021 sudah mencapai Rp 8,8 triliun. "Di harapkan pada tahun 2022 bisa tumbuh 30% lebih untuk layanan paylater kami," kata Efrinal, Rabu (29/12).


Cuan Berjejal Belanja Digital

HR1 07 Dec 2021 Bisnis Indonesia

Momentum pesta belanja daring nasional pada 12 Desember 2021 akan memberi manfaat besar bagi ekosistem ekonomi digital di Indonesia. Kondisi itu didukung oleh tren belanja daring yang menjelma menjadi gaya hidup baru di masyarakat selama pandemi Covid-19. Nilai belanja melalui saluran lokapasar bahkan berpotensi terdongkrak seiring dengan kebijakan pemerintah membatasi mobilitas menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022. External Communications Senior Lead Tokopedia Ekhel Chandra Wijaya mengatakan animo konsumen berpesta belanja daring bertajuk Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 12.12 pada tahun ini bakal lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu.

Dia mencatat transaksi Harbolnas 12.12 pada 2020 melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan dengan transaksi harian sepanjang tahun itu. Pada 2020, nilai transaksi Harbolnas 12.12 tercatat mencapai Rp11,5 triliun. Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) yang juga menjabat VP Corporate Affair Bhinneka.com Bima Laga juga meyakini transaksi produk lokal terutama dari usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) bakal mendominasi Harbolnas 2021. “Kami menargetkan kenaikan transaksi produk lokal dan mendominasi transaksi 70%,” katanya. Bank Indonesia memperkirakan volume transaksi dagang-el sepanjang 2021 melonjak 38,17% menjadi 1,27 miliar transaksi dari 925,86 juta transaksi pada 2020. Dari sisi nilai, transaksi dagang-el diproyeksikan menembus Rp354,3 triliun atau menanjak 33% dibandingkan dengan realisasi pada 2020 sebesar Rp266,2 triliun.


Program Akhir Tahun Akan Dorong E-Commerce

HR1 22 Nov 2021 Kontan

Transaksi e-commerce, ternyata, juga terkena dampak kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada Juli 2021. Namun, momentum akhir tahun diharapkan bisa kembali mendongkrak transaksi e-commerce. Bank Indonesia (BI) mencatat ada penurunan transaksi belanja secara daring lewat e-commerce pada kuartal III-2021. Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut, total nilai transaksi e-commerce periode Juli - September 2021 sebesar Rp 58,2 triliun, turun 22,81% ketimbang kuartal II-2021 sebesar Rp 75,4 triliun.


Program Akhir Tahun Akan Dorong E-Commerce

HR1 22 Nov 2021 Kontan

Transaksi e-commerce, ternyata, juga terkena dampak kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada Juli 2021. Namun, momentum akhir tahun diharapkan bisa kembali mendongkrak transaksi e-commerce. Bank Indonesia (BI) mencatat ada penurunan transaksi belanja secara daring lewat e-commerce pada kuartal III-2021. Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut, total nilai transaksi e-commerce periode Juli - September 2021 sebesar Rp 58,2 triliun, turun 22,81% ketimbang kuartal II-2021 sebesar Rp 75,4 triliun.