;
Tags

Digital Ekonomi umum

( 1167 )

Kasus ”Robo Trading” Ponzi: Jangan Membunuh Tikus dengan Membakar Lumbung

KT3 09 May 2022 Kompas

Akhir-akhir ini media massa marak membahas kasus penipuan dengan modus robo trading menggunakan skema ponzi. Sudah ribuan orang tertipu. Korban menderita kerugian jutaan, bahkan miliaran rupiah. Beberapa perusahaan bahkan mengeluarkan imbauan keras agar karyawan mereka tak ikut robo trading.Pada dasarnya, robo trading adalah metode trading menggunakan robot berbentuk perangkatlunak (software) yang diprogram untuk membaca dan menganalisis data pasar dan melakukan eksekusi sesuai strategi trading  tertentu. Robo trading sangat membantu trader karena robot dapat memantau harga komoditas dengan lebih presisi dan mampu melakukan eksekusi dengan lebih cepat dan lebih akurat. Kinerja robot tergantung kecanggihan metode yang digunakan. Robot yang sederhana umumnya hanya mengandalkan logika rule-based yang sederhana saja, sedangkan yang canggih bisa menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan machine learning untuk mengenali pola-pola pasar.

Robo trading pada dasarnya alat bantu trading bersifat netral. Dalam kasus kejahatan menggunakan robo trading, yang salah bukanlah robo trading-nya, melainkan robo trading yang dijadikan kedok skema ponzi. Seperti umumnya skema ponzi, modus penipuan robo trading menggunakan skema MLM. Robo trading yang relative berisiko tinggi dijual dengan metode MLM oleh sales amatir tak besertifikat. Indikasi utama robo trading berskema ponzi adalah robot yang ditawarkan hanya bisa digunakan di broker tertentu yang terafiliasi. Penggunaan broker terafiliasi memungkinkan penyedia layanan robo trading memanipulasi atau, istilah pasarnya, ”melukis” harga. Dengan demikian, penyedia robo trading bisa memastikan keuntungan trading sehingga tampak menarik bagi investor awal. Ini dilakukan sampai suatu saat nanti mereka ”exit” dengan cara membuat semua investor kalah dan mereka sendiri kabur.

Jadi, OJK juga perlu berperan melakukan pengaturan. Akan lebih baik lagi jika Bappebti dan OJK berkoordinasi. Para regulator bisa saja mengambil langkah mudah dengan melakukan pelarangan terhadap semua robo trading. Namun, jika ini dilakukan, triliunan rupiah pasar robo trading akan lenyap kalau semua robot dianggap ilegal dan tidak boleh beroperasi. Hal pertama yang perlu dilakukan regulator adalah membuat proses pendaftaran penyedia robo trading. Saat ini,tak ada aturan dan proses resmi untuk melakukan itu. Selanjutnya perlu dilakukan proses akreditasi penyedia layanan robo trading. Regulator mengeluarkan kriteria tertentu yang bisa menjamin standar kualitas penyedia robo trading sedemikian rupa sehingga konsumen terlindungi. Setelah itu, baru bisa dilakukan proses perizinan formal. Selain pendaftaran, akreditasi, dan perizinan, regulator juga dapat mendorong terbentuknya asosiasi robo trading. Di dunia digital yang semakin maju ini, robo trading adalah alat bantu yang tidak terelakkan lagi bagi para trader dan investor. Oleh karenanya, jika ada penyalahgunaan seperti marak terjadi saat ini, hendaknya regulator tak bereaksi dengan melarang robo trading, tetapi melakukan pengaturan yang lebih spesifik agar konsumen dan investor terlindungi. Intinya jangan membunuh tikus dengan membakar lumbung. (Yoga)


Tips Membagi THR yang Aman Melalui Transaksi Digital

KT3 30 Apr 2022 Kompas

Hadirnya layanan transaksi digital memberikan solusi agar masyarakat tetap dapat berkirim THR Lebaran untuk keluarga di mana saja dan kapan saja hanya dengan menggunakan ponsel di genggaman tangan. Sejumlah lembaga jasa keuangan menawarkan promosi yang menguntungkan, di antaranya bebas biaya admin dalam transaksi hingga dalam bentuk pengumpulan poin dan atau kembalian tunai (cashback). Salah satu tren perkembangan menuju digitalisasi perbankan dilakukan melalui pengembangan layanan mobile atau  internet banking yang terintegrasi dengan sistem pembayaran penyelenggara lainnya sehingga dapat memudahkan transaksi nasabah melalui telepon pintar. Meski demikian, masyarakat harus tetap memastikan keamanan saat melakukan transaksi digital agar terhindar dari berbagai macam risiko kejahatan siber.

Aspek yang perlu diperhatikan dalam keamanan layanan transaksi, di antaranya:  1. Set kata sandi (password) dengan kombinasi yang unik dan secara berkala. Kata sandi yang kuat adalah salah satu cara mempertahankan akun dan informasi pribadi dari peretas.  2. Pastikan data diri penerima sesuai. Sebelum mengirimkan THR melalui aplikasi lembaga keuangan, cek dan konfirmasi kembali nomor rekening yang dituju dan nama pemilik akun untuk meminimalisir salah kirim ke akun lain.  3. Jangan bagikan kode one time password (OTP). OTP adalah kode berupa kombinasi angka yang hanya dapat digunakan sekali dalam jangka waktu terbatas, misalnya dalam melakukan verifikasi transaksi.  4. Cek riwayat transaksi dan saldo rekening secara berkala. Cek kembali riwayat transaksi setelah melakukan transfer uang secara digital untuk terhindar dari kesalahan sistem (error system) yang disebabkan oleh sistem atau koneksi internet yang buruk dan memastikan uang yang dikirim sudah diterima oleh pemilik akun yang dituju.

Agar lebih kekinian, memberikan modal investasi akan menjadi semakin berarti bagi penerima THR. Jumlah yang diberikan pun tidak perlu besar karena hanya dengan modal Rp 10.000 hingga Rp 100.000, siapa pun sudah bisa mulai berinvestasi. THR ini juga mengenalkan pentingnya berinvestasi kepada sanak keluarga, khususnya kepada anak, ponakan, ataupun adik sejak dini. Memberikan voucher digital kepada sanak keluarga tentu dapat menggantikan kepuasan saat menerima THR berupa uang cetak, karena dengan memberi THR voucher digital, penerima dapat dengan bebas menukarkan voucher tersebut dengan berbagai benda atau keperluan lainnya yang dibutuhkan. Kemudahan dalam memesan makanan dan minuman dapat dijadikan opsi untuk menjadikannya sebagai THR bagi sanak keluarga. (Yoga)


Ekonomi Digital, ”Start Up” Masih Berpeluang

KT3 28 Apr 2022 Kompas

Masih terjadi tren penurunan harga saham sejumlah perusahaan rintisan bidang teknologi nasional di BEI. Namun, kondisi ini seharusnya tidak menghentikan langkah perusahaan teknologi lainnya yang berencana melakukan penawaran saham perdana. Mereka tetap dapat mengembangkan produk dan layanan digital yang akan selalu dibutuhkan warga. Dalam keterbukaan informasi di BEI, Selasa (26/4), agen stabilisasi saham GoTo, PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia, menyatakan, saham jatah greenshoe sudah terpakai 98,76 %. Skema greenshoe merupakan upaya untuk menstabilkan harga saham agar tidak berada di bawah harga perdananya. GoTo resmi tercatat sebagai perusahaan publik pada 11 April 2022. Harga saham GoTo pada perdagangan Rabu (27/4) ditutup melemah 6,45 % menuju Rp 290 per lembar saham. Harga saham ini di bawah harga penawaran umum saham perdana yang ditetapkan GoTo, yaitu Rp 338 per lembar. Dari papan pengembangan BEI, harga saham perusahaan teknologimetaverse PTWIR Asia Tbk (WIR Group) menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) 7 % sebanyak empat kali sejak pekan lalu. Terkait harga saham PT Bukalapak.com Tbk, pada penutupan perdagangan Rabu harga sahamnya mencapai Rp 372 per lembar saham, naik 2,2 % dari perdagangan sebelumnya, yaitu Rp 362 per lembar saham.

Analis pasar modal dari Nusantara Investama, Kuntho Priyambodo, memandang, apabila jatah saham greenshoe telah terpakai semuanya, agen stabilisasi saham GoTo tidak memiliki kewajiban melakukan tambahan saham GoTo. Selanjutnya, pergerakan harga saham GoTo dan volume yang terdistribusi dilepaskan kepada mekanisme pasar. Menurut Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David E Sumual, harga saham perusahaan teknologi di tingkat global masih ada kecenderungan turun. Sensasi (hype) harga tinggi saham perusahaan teknologi telah terjadi pada awal pandemiCovid-19. Investor cenderung melirik ke harga saham sektor lain, seperti komoditas. Meski demikian, bukan berarti tidak ada investor yang tidak memercayai perusahaan teknologi, seperti start up. Sebab, teknologi digital merupakan sektor industri masa depan. Dia meyakini masih ada berbagai peluang inovasi digarap menjadi bisnis jangka panjang. (Yoga)


AFPI Gandeng TékenAja!

KT3 27 Apr 2022 Kompas

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Selasa (26/4) resmi menggandeng TékenAja! dalam penyediaan tanda tangan elektronik dan e-meterai bagi perusahaan tekfin dalam asosiasi ini. TékenAja! adalah perusahaan rintisan di bawah GDP Venture yang menyediakan layanan tanda tangan elektronik pertama berstatus ”berinduk” ke Kementerian Komunikasi dan Informasi. (Yoga)

Pembelian secara Daring Kian Merata

KT3 26 Apr 2022 Kompas

Tokopedia mencatat transaksi belanja daring melalui platform e-dagang mencapai 99 % dari total 7.230 kecamatan yang ada di  Indonesia. Menurut Head of External Communications Tokopedia Ekhel Chandra Wijaya, Senin (25/4), di Jakarta, mitra penjual Tokopedia juga meningkat menjadi 12 juta orang pada 2022 atau naik 64,38 % dibanding Januari 2020. (Yoga)

”Livestream Shopping" Semakin Populer

KT3 26 Apr 2022 Kompas

Pergeseran sistem perdagangan sebagai dampak pandemi membuat system livestream shopping atau penjualan langsung naik daun. Potensi besar pasar Indonesia menjadi modal bagi strategi marketing ini tumbuh pesat. Seiring banyaknya waktu orang di rumah sepanjang pandemi, terjadi peningkatan transaksi berbasis digital atau e-commerce. Berdasarkan laporan BI, di tengah pandemi, bisnis dagang berbasis digital ini diproyeksi tumbuh 33,2 % dari tahun 2020 yang mencapai Rp 253 triliun menjadi Rp 337 triliun pada 2021. Bisnis e-dagang di Indonesia semakin menjanjikan. Tumbuhnya bisnis e-dagang tersebut, juga disokong maraknya strategi penjualan streaming langsung atau dikenal dengan livestream shopping atau live commerce. Penjualan streaming langsung adalah teknik pemasaran ketika pelaku bisnis mengadakan acara belanja virtual secara real time (waktu nyata) untuk memamerkan dan menjual produk mereka kepada pelanggan.Penjualan streaming sedang naik daun untuk pelaku bisnis. Tak hanya toko-toko besar yang sudah memiliki merek terkenal, tetapi pengecer dan pelaku UMKM yang tak memiliki lapak juga bisa menjalankan strategi pemasaran ini.

Dengan memanfaatkan media sosial untuk menawarkan produk secara langsung, baik penjual maupun pembeli sama-sama mendapat keuntungan. Pembeli lebih puas dan cepat mengambil keputusan untuk membeli karena bisa melihat produk secara langsung. Produk fashion (pakaian, tas, sepatu, dan lainnya) masih menjadi favorit sistem belanja streaming langsung, diminati 7 dari 10 responden. Kepuasan konsumen yang bisa langsung melihat produk fashion yang ditawarkan (model, bahan, warna, ukuran) menjadi nilai tambah yang dapat memengaruhi keputusan konsumenuntuk membeli.Produk makanan, kecantikan, dan rumah tangga juga cukup diminati melalui livestream shop\ping. Di pasar Indonesia, prospek penjualan streaming langsung cukup menjanjikan. Riset Ipsos menemukan, 78 % konsumen pernah mendengar dan mengetahui alternative belanja melalui live streaming, bahkan 71 % telah mengaksesnya, dan 56 % mengaku pernah membeli produk melalui live streaming selama pandemi. Indonesia menjadi pasar potensial bagi perkembangan e-commerce, termasuk livestream shopping. McKinsey melaporkan, orang Indonesia termasuk pengguna teknologi digital paling antusias di dunia. Rata-rata orang Indonesia menghabiskan empat jam sehari untuk mengakses internet di perangkat seluler (dua kali rata-rata orang AS). Perdagangan daring juga berkembang pesat. Tercatat 30 juta orang Indonesia bertransaksi daring, menciptakan pasar 8 miliar USD. Diprediksi pasar tumbuh lebih dari 40 miliar USD dalam lima tahun ke depan, 60 % penjualan disumbang oleh perdagangan daring melalui lokapasar, antara lain Tokopedia,Shopee, dan Lazada. Sisanya dilakukan melalui media social Facebook, Instagram, Youtube, Twitter, Tik Tok, dan lainnya. (Yoga)


”Livestream Shopping" Semakin Populer

KT3 26 Apr 2022 Kompas

Pergeseran sistem perdagangan sebagai dampak pandemi membuat system livestream shopping atau penjualan langsung naik daun. Potensi besar pasar Indonesia menjadi modal bagi strategi marketing ini tumbuh pesat. Seiring banyaknya waktu orang di rumah sepanjang pandemi, terjadi peningkatan transaksi berbasis digital atau e-commerce. Berdasarkan laporan BI, di tengah pandemi, bisnis dagang berbasis digital ini diproyeksi tumbuh 33,2 % dari tahun 2020 yang mencapai Rp 253 triliun menjadi Rp 337 triliun pada 2021. Bisnis e-dagang di Indonesia semakin menjanjikan. Tumbuhnya bisnis e-dagang tersebut, juga disokong maraknya strategi penjualan streaming langsung atau dikenal dengan livestream shopping atau live commerce. Penjualan streaming langsung adalah teknik pemasaran ketika pelaku bisnis mengadakan acara belanja virtual secara real time (waktu nyata) untuk memamerkan dan menjual produk mereka kepada pelanggan.Penjualan streaming sedang naik daun untuk pelaku bisnis. Tak hanya toko-toko besar yang sudah memiliki merek terkenal, tetapi pengecer dan pelaku UMKM yang tak memiliki lapak juga bisa menjalankan strategi pemasaran ini.

Dengan memanfaatkan media sosial untuk menawarkan produk secara langsung, baik penjual maupun pembeli sama-sama mendapat keuntungan. Pembeli lebih puas dan cepat mengambil keputusan untuk membeli karena bisa melihat produk secara langsung. Produk fashion (pakaian, tas, sepatu, dan lainnya) masih menjadi favorit sistem belanja streaming langsung, diminati 7 dari 10 responden. Kepuasan konsumen yang bisa langsung melihat produk fashion yang ditawarkan (model, bahan, warna, ukuran) menjadi nilai tambah yang dapat memengaruhi keputusan konsumenuntuk membeli.Produk makanan, kecantikan, dan rumah tangga juga cukup diminati melalui livestream shop\ping. Di pasar Indonesia, prospek penjualan streaming langsung cukup menjanjikan. Riset Ipsos menemukan, 78 % konsumen pernah mendengar dan mengetahui alternative belanja melalui live streaming, bahkan 71 % telah mengaksesnya, dan 56 % mengaku pernah membeli produk melalui live streaming selama pandemi. Indonesia menjadi pasar potensial bagi perkembangan e-commerce, termasuk livestream shopping. McKinsey melaporkan, orang Indonesia termasuk pengguna teknologi digital paling antusias di dunia. Rata-rata orang Indonesia menghabiskan empat jam sehari untuk mengakses internet di perangkat seluler (dua kali rata-rata orang AS). Perdagangan daring juga berkembang pesat. Tercatat 30 juta orang Indonesia bertransaksi daring, menciptakan pasar 8 miliar USD. Diprediksi pasar tumbuh lebih dari 40 miliar USD dalam lima tahun ke depan, 60 % penjualan disumbang oleh perdagangan daring melalui lokapasar, antara lain Tokopedia,Shopee, dan Lazada. Sisanya dilakukan melalui media social Facebook, Instagram, Youtube, Twitter, Tik Tok, dan lainnya. (Yoga)


Perempuan Wirausaha

KT3 26 Apr 2022 Kompas

Menkominfo Johnny G Plate saat membuka webinar Women in Digital Entrepreneurship, 21 April 2022, mengatakan, tingkat partisipasi perempuan Indonesia dalam kewirausahaan tertinggi di Asia Tenggara. Pernyataannya ini mengutip laporan riset Google bertajuk Advancing Women in Entrepreneurship (November 2020). Studi tersebut menyurvei secara daring 18.123 perempuan dan laki-laki di 12 negara. Selain Indonesia, 11 negara lain juga disurvei, yaitu Argentina, Brasil, Jepang, Kenya, Korsel, Malaysia, Meksiko, Nigeria, Afsel, Thailand, dan Vietnam. Mereka berasal dari beragam latar belakang pendidikan, profesi, dan lokasi geografis. Separuh responden perempuan di Indonesia mengidentifikasi diri sebagai pengusaha. Ini tertinggi dibanding 11 negara lain yang diteliti. Baik responden laki-laki maupun perempuan di Indonesia menempatkan waktu berkualitas bersama keluarga di jajaran lima alasan teratas mengapa mereka mengejar atau tertarik menjadi wirausaha.

Kemauan kuat perempuan Indonesia menjadi wirausaha juga tecermin dalam Survei Populix bertajuk The Women preneurial Spirit in Indonesia (2022). Sebanyak 35 % dari 743 responden perempuan wirausaha beralasan menjadi pengusaha karena ingin membantu perekonomian keluarga, 67 % di antaranya tetap ingin melanjutkan usaha. Mereka tidak segan memanfaatkan momen tertentu, seperti Ramadhan, untuk meningkatkan penjualan. Selain dari mulut ke mulut, 68 % responden menyebut pernah memakai aplikasi pesan instan dan media sosial untuk promosi. Hanya saja, tidak banyak perempuan calon wirausaha percaya diri. Mereka umumnya takut gagal dan tidak yakin bagaimana berbisnis dengan teknologi digital. Sementara di kalangan perempuan yang sudah menjadi pengusaha, mereka mengakui salah satu hambatan terbesar adalah kurangnya keterampilan pemasaran, terutama pemasaran digital.Di kalangan perempuan kelas menengah bawah, cerita perempuan terjun menjadi wirausaha dan memakai teknologi digital lebih kompleks lagi. Mulai dari keterbatasan kepemilikan perangkat sampai keterbatasan akses jaringan internet. (Yoga)


BI Gelar Lomba Inovasi Mata Uang Digital

KT3 26 Apr 2022 Kompas

BI dan Bank International Settlement (BIS) Innovation Hub menggelar G20 Techsprint Initiative 2022. Tahun ini temanya adalah  pengembangan mata uang digital bank sentral atau Central Bank Digital Currencies. Demikian disampaikan Kepala Departemen Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendrata, Senin (25/4). (Yoga)

Menimbang Dampak Pajak Kripto

KT3 22 Apr 2022 Kompas

Mulai 1 Mei 2022, pemerintah akan mengenakan pajak atas transaksi perdagangan aset kripto sebagaimana diatur Permenkeu No 68/PMK.03/2022 tentang PPN dan PPh atas Transaksi Perdagangan Aset Kripto. Ketentuan itu menimbang bahwa aset kripto, sebagai komoditas yang dapat diperdagangkan di bursa berjangka sesuai dengan ketentuan perundang-undangan bidang perdagangan, telah berkembang luas di masyarakat. Guna memberikan kepastian hukum, pemerintah menilai perlu mengatur ketentuan PPN dan PPh atas transaksi perdagangan aset kripto, dengan tarif PPN 0,11 % jika transaksi diselenggarakan pedagang aset kripto (exchanger) yang terdaftar di Bappebti dan PPN 0,22 persen jika transaksi dilakukan melalui pedagang yang tidak terdaftar di Bappebti. Sementara tarif PPh Pasal 22 final ditetapkan 0,1 % jika transaksi melalui pedagang yang terdaftar di Bappebti dan 0,2 % jika transaksi dilakukan pedagang yang tak terdaftar di Bappebti. Peraturan itu juga menetapkan jasa penambangan (mining) aset kripto sebagai jasa kena pajak. Tarif PPN-nya 10 % dari tarif PPN umum atau 1,1 % dikali nilai berupa uang yang diterima penambang (miner). Penambang aset kripto juga dikenai PPh final 0,1 % dari nilai transaksi.

Selain mendongkrak adopsi teknologi digital, pandemi Covid-19 turut mendorong pertumbuhan pasar kripto di Indonesia. Namun, perkembangan itu rentan terdampak kebijakan. Situasi di India, meski mematok tarif pajak yang jauh lebih tinggi, bisa jadi cermin. Cointelegraph yang mengutip data perusahaan riset kripto, Crebaco, melaporkan, volume perdagangan kripto di bursa-bursa yang berbasis di India turun ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir setelah aturan pajak kripto baru negara itu berlaku pada 1 April 2022. India mengenakan pajak 30 % atas keuntungan dari transaksi kripto. Situasi serupa bisa terjadi di Tanah Air meski dengan kadar berbeda. Para investor lokal bisa ”migrasi” massal ke pedagang-pedagang kripto yang berbasis di luar negeri guna menghindari pajak. Apalagi, mereka bisa dengan mudah menjangkau bursa-bursa di luar hanya dengan gawainya, sementara pemerintah belum dapat memastikan dapat mengontrol pedagang-pedagang aset kripto di luar negeri. (Yoga)