Ekonomi
( 40753 )Peningkatan Kualitas SDM di Daerah Tambang
PT Freeport Indonesia (PTFI) selain berkontribusi nyata di bidang ekonomi, juga memiliki komimen kuat mendukung program pemerintah dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Hal ini tercermin dalam program pengembangan masyarakat di sektor pendidikan, kesehatan, pengembangan masyarakat, dan infrastruktur. Sejak 1992-2023, dana yang PTFI keluarkan untuk investasi sosial dalam hal pengembangan masyarakat mencapai US$ 2,1 miliar. "Pada 2023, nilai investasi sosial PTFI mencapai hampir Rp 2 triliun dan akan terus bertambah sekitar US$ 100 juta dolar AS per tahun sampai dengan 2041.
Menurut studi LPEM UI tahun 2018, operasional PTFI berkontribusi terhadap 79,27% PDRB Kabupaten Mimika dan 33% PDRB Provinsi Papua," kata EVP External Affairs PTFI Agung laksamana kepada Investor Daily. Dikatakannya PTFI adalah bagian dari Papua. Ia menerangkan komitmen PTFI adalah untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat Papua, dan secara umum tentunya berkontribusi bagi bangsa dan negara Indonesia. PTFI tidak hanya meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar, tapi juga meningkatkan kualitas SDM. (Yetede)
Menggairahkan Bursa Karbon
Sudah lebih dari enam bulan sejak peluncuran bursa karbon, namun bursa ini belum memperlihatkan perannya dalam membantu mencapai target penurunan emisi karbon nasional. Kesimpulan ini terlihat dari sepinya transaksi di bursa karbon yang berakibat tidak terjadinya proses pembentukan harga. Keberadaan bursa karbon seharusnya tidak hanya memenuhi formalitas sebatas cheklist kelengkapan terkait perangkat dalam mencapai tercapai penurunan karbon nasional.
Bursa karbon memiliki peran strategis dalam mendorong pelaku usaha (terutama pada sektor penghasil emisi karbon kelas berat) untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) yang dihasilkan dari aktivitas operasinya. Peran strategis tersebut dapat terpenuhi jika bursa karbon yang aktif terbentuk. Logika pembentukan bursa karbon sangatlah sederhana dan mudah dipahami. Masalah perubahan iklim yang saat ini terjadi merupakan bentuk kondisi eksternalitas. Secara sederhana eksternalitas terjadi saat pihak yang melakukan tindakan negatif tidak menanggung konsekuensi secara langsung dampak negatif dari tindakannya. (Yetede)
Jumlah BPR IPO Diperkirakan Masih Sedikit
Saham Vale Indonesia Kian Berkilau
PT Vale Indoenesia Tbk (INCO) makin yakin menatap masa depan, setelah adanya kepastian divestasi 14% saham ke MIND ID, yang membuat pemerintah Indonesia akhirnya memberikan restu perpanjangan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) hingga 28 Oktober 2035. Dorongan tambahan juga datang dari harga nikel dunia yang mencapai posisi tertinggi selama setahun terakhir. Tak ayal, saham perseroan berkode INCO ini telah melesat 12,47% dalam satu pekan terakhir, dan diperkirakan berlanjut menuju Rp5.850. "Kami meningkatkan rekomondasi untuk saham INCO dari hold menjadi buy dengan target harga yang lebih tinggi di Rp 5.850," kata Analis Indo Premier Sekritas Ryan Winipta dan Reggie Parengkuan.
Ryan mengungkapkan, harga nikel di London Metal Exchange (LME) naik menjadi US$ 21 ribu per ton, yang merupakan posisi tertinggi dalam setahun. Lonjakan harga komoditas ini disebabkan sangsi terhadap nikel Rusia dan kerusuhan sosial yang terjadi baru-baru ini di Kaledonia Baru, pemasok 2% nikel global. "Kerusuhan itu cukup menyulitkan, sehingga menurut kami harga komoditas (termasuk nikel) akan tetap kuat, karena kita berada dalam fase siklus akhir komoditas akhir, dengan nikel LME sebagai preferensi utama kami," ujar dia. (Yetede)
Libur Panjang Bisa Gerus Minat Investor Asing
Merger Nobu dan MNC Bank Tetap Terwujud
RI Bidik Pasar Timur Tengah
Kemenhub Pacu Penggunaan Bus Listrik
7 Startup Indonesia Masuk Daftar Unicorn Global
Sebanyak tujuh usaha rintisan berbasis teknologi (startup) asal Indonesia yang punya valuasi minimal US$ 1 miliar (unicorn) masuk dalam daftar global yang disusun oleh CB Insights, berdasarkan data hingga Maret 2024. Jumlah tersebut berkurang satu dibandingkan delapan startup pada September 2023. Di tengah masa sulitnya pendanaan, mereka terus berusaha untuk berinovasi dan mengembangkan bisnisnya agar tetap tumbuh berkelanjutan.
Tujuh startup yang bertahan pada daftar CB Insight hingga akhir kuartal 1 tahun ini terdiri atas Traveloka (financial services), eFishery (indsutrial agritech), DANA (financial), Kopi Kenangan (cosumer & retail beverage), Ajaib (financial services), dan Xendit (finansial). Semua startup tersebut mempunyai nilai/valuasi perusahaan sekitar US$ 10,43 miliar. Terjadi penurunan valuasi cukup dalam karena pada September 2023 masih US$ 32,43 miliar. Penyebabnya, J&T Express/J&T Forwarder's (HK) Cp Ltd telah dikeluarkan dari daftar. (Yetede)
Smelter Ceria Gunakan Pembangkit Ramah Lingkungan
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









