Ekonomi
( 40753 )Industri Kerajinan Berorientasi Ekspor
Pekerja menggarap kerajinan kap lampu dari pelepah pisang dan daun lontar di industri Palem Craft, Desa Trirenggo, Kecamatan Bantul, Bantul, DI Yogyakarta, Sabtu (6/7/2024). Produk yang dihasilkan dari tempat tersebut untuk pasar ekspor ke sejumlah negara, seperti Spanyol, Yunani, Turki, dan Perancis, dengan nilai ekspor pada enam bulan terakhir sekitar Rp 4 miliar. Promosi yang gencar mendorong ekspor dari usaha mikro, kecil, dan menengah itu naik 40 persen dibanding pada tahun lalu. (Yoga)
Menyingkir Tantangan, Mengakselerasi Pertumbuhan
Tindak Tegas Importir Ilegal
Keberagaman di Turnamen Sepak Bola Piala Eropa 2024
Memupuk Cadangan Devisa Agar Kian Kokoh
Bank Indonesia mencatat posisi cadangan devisa per akhir Juni tahun ini mencapai US$ 140,2 miliar. Jumlah itu naik dari akhir Mei 2024 yang senilai US$ 139 miliar. Ini menjadi kabar baik lantaran cadangan devisa masih bisa naik di tengah tekanan terhadap pasar keuangan domestik yang berdampak terhadap pergerakan nilai tukar rupiah.
Menurut BI, kenaikan cadangan devisa ditopang utang pemerintah, juga penerimaan pajak dan jasa. Menilik
Special Data Dissemination Standard
(SDDS) di situs resmi BI, cadangan devisa berupa valuta asing
(foreign currency reserves)
tercatat meningkat dari US$ 124,03 miliar per akhir Mei menjadi US$ 125,33 miliar per akhir Juni.
Sementara komponen cadangan devisa lainnya mengalami penurunan. Di antaranya cadangan devisa yang terdapat di dalam rekening International Monetary Fund (IMF) atau
IMF reserve position in the fund
tercatat menyusut dari US$ 1,05 miliar per akhir Mei menjadi US$ 1,94 miliar per akhir Juni.
Meski demikian, jika melihat data lima tahun terakhir, hampir seluruh komponen cadangan devisa RI turun. Terutama cadangan devisa valas yang turun dari US$ 127,7 miliar pada akhir 2020 ke US$ 125,33 miliar pada akhir Juni lalu.
Adapun komponen cadangan emas moneter menjadi satu-satunya yang mengalami kenaikan, dari US$ 4,76 per akhir 2020 menjadi US$ 5,88 per akhir bulan lalu.
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengingatkan BI maupun pemerintah perlu memperbaiki kualitas cadangan devisa agar lebih besar dan berkelanjutan. Juga tidak bergantung pada penarikan utang luar negeri yang dilakukan pemerintah.
Ganti Pengendali Biar Makin Seksi
Aksi korporasi berupa akuisisi dan divestasi saham emiten masih semarak di semester pertama tahun ini. Bahkan, dari sederet aksi korporasi dengan transaksi bernilai jumbo itu, muncul para pemegang saham pengendali baru emiten. Contoh, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) yang berganti pengendali saham pasca diakuisisi oleh PT Iforte Solusi Infotek. Pada 2 Juni 2024, anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) itu mengumumkan telah menyelesaikan pengambilalihan 90,11% atau setara 1,21 miliar saham IBST. Nilai transaksi akuisisi mencapai Rp 3,42 triliun. Selain IBST, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) juga memiliki pengendali baru. Ini setelah INCO merampungkan kewajiban divestasi.
Saham INCO kembali diserap oleh Mind Id. Dan, masih banyak emiten berganti pengendali setelah menjual kepemilikan sahamnya.
Founder
& CEO Finvesol Consulting Fendi Susiyanto melihat, perubahan pengendali akan memberikan dampak positif bagi emiten, termasuk persepsi investor terhadap prospek sahamnya.
Founder
Stocknow.id, Hendra Wardana sepakat, ketika pengendali beralih ke perusahaan besar atau yang memiliki keahlian di sektor terkait, bisa membuka meningkatkan efisiensi operasional hingga memberikan akses ke pasar atau teknologi baru. Tapi perubahan pengendali juga bisa membawa efek negatif. Terutama, jika pengendali baru tak mengelola emiten dengan baik.
Head Customer Literation and Education
Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi sepakat, investor harus memperhatikan rencana strategis, kompentensi dan pengalaman dari manajemen baru emiten pasca jadi pengendali saham. "Pada akhirnya yang dilihat ialah peluang emiten di masa depan," kata Audi.
Harga Obat Turun, Emiten Bisa Meriang
Jajaran manajemen emiten di sektor industri kesehatan di Tanah Air pusing tujuh keliling. Saat ini pemerintah sedang mematangkan konsep kebijakan untuk menekan biaya kesehatan di dalam negeri lewat penurunan harga obat-obatan dan alat kesehatan.
Pemerintah berharap, dengan adanya kebijakan tersebut, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan baik, dengan harga murah. Persoalannya, pendapatan rumah sakit akan turun.
"Harga obat dan alat kesehatan akan turun jika porsi impor berkurang. Kami juga harus pandai menurunkan biaya operasional," kata Direktur Utama PT Mendikaloka Hermina (HEAL), Hasmoro kepada KONTAN, Minggu (7/7).
Direktur PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Kartika Setiabudy mengatakan, emiten ini berkomitmen meningkatkan efisiensi biaya kesehatan. Salah satunya terus memproduksi obat generik untuk BPJS Kesehatan. Cuma, Kartika mengingatkan, sampai saat ini sebagian besar bahan baku obat masih impor.
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo melihat, rencana pemerintah menurunkan biaya kesehatan bisa memangkas margin emiten. Terlebih, harga bahan baku obat lokal masih lebih mahal dibanding impor.
Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia, Budi Frensidy melihat, kebijakan pemerintah menekan harga obat dan alat kesehatan sulit diterapkan. "Karena, selama ini pendapatan dokter juga cukup besar dari industri obat," kata Budi.
PILKADA SERENTAK : DPR Cek Kesiapan Sirekap
Komisi II DPR bakal memanggil seluruh Komisioner KPU untuk mengecek kesiapan aplikasi Sirekap jelang pelaksanaan Pilkada Serentak di seluruh Indonesia. Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia menilai aplikasi Sirekap harus lebih siap menghadapi Pilkada Serentak 2024, dan tidak boleh lagi ada polemik seperti Pilpres 2024. Maka dari itu, menurut Doli, Komisi II DPR bakal memanggil seluruh Komisioner KPU, dan memeriksa kesiapan aplikasi Sirekap.
Dia menjelaskan, panggilan semua komisioner KPU tersebut adalah panggilan kedua. Pasalnya, pada pemanggilan yang pertama, semua komisioner KPU sempat mangkir dan berdalih. Berdasarkan catatan Bisnis, KPU berencana kembali menggunakan Sirekap dalam Pilkada Serentak 2024. Menurut Ketua KPU Hasyim Asy’ari, Sirekap sejatinya digunakan pertama kali saat Pilkada 2020. Ia mengatakan, KPU akan menyiapkan desain untuk kemudian dilaporkan dalam rapat dengar pendapat dengan DPR.
Rutte dan Mujica Pensiun Tanpa Rumah dan Mobil Mewah
Rutte resmi mengakhiri 14 tahun menjadi PM pada Selasa (2/7), ia meninggalkan kantor PM mengendarai Koga, sepeda yang dipakai Rutte bolak-balik ke kantor PM. Tak ada acara pisah sambut meriah. Rutte pulang ke rumah tanpa pengawalan atau rombongan yang mengantar Harian NRC Handelsblad, Kamis (20/6) menulis, Rutte tak mau berpidato dan tak mau diberi kado. Soal penilaian kinerjanya, kepada NOS Jeugdjournaal, lembaga penyiaran untuk pemirsa remaja di Belanda, Rutte menilai kinerjanya biasa-biasa saja. ”Mungkin nilainya 6 atau 6,5. Memuaskan, tapi tak terlalu bagus,” kata Rutte. Banyak orang Belanda suka gaya Rutte yang rendah hati dan membumi. Kebiasaannya yang membumi sering dipuji warganet. Dia masih tinggal di apartemen sederhana dan menyetir sendiri mobil Saab abu-abu. Dia viral di media sosial karena datang ke kafe sendiri tanpa staf atau pengawal untuk minum kopi dan makan pai apel.
Dia sering diajak berswafoto dengan siapa pun yang ditemuinya. Kesederhanan Rutte menjadikannya pemimpin yang dicintai rakyat. Jose Mujica (88), mantan gerilyawan Uruguay yang menjadi presiden pada 2010-2015, terkenal sebagai ”presiden termiskin di dunia”. Lambang sayap kiri Amerika Latin itu tak mau tinggal di istana presiden selama menjabat. Ia memilih tinggal di rumah sederhananya di daerah pertanian miskin, pinggiran Montevideo dan menyumbangkan 90 % gajinya untuk amal. ”Saya hidup sesuai apa yang saya pikir. Kalau kami punya teman, kami tidak miskin,” ujarnya. Di rumah sederhana Mujica, tulis BBC pada 15 November 2012, terlihat banyak baju di tali jemuran. Pekarangan rumahnya ditumbuhi ilalang. Hanya ada dua polisi dan anjing peliharaan berkaki tiga, Manuela, berjaga di luar.
Setiap bulan, gaji setara Rp 196 juta disumbangkan Mujica untuk rakyat miskin dan pengusaha kecil. Dia hanya menikmati gaji Rp 12,6 juta per bulan, sama dengan pendapatan rata-rata warga Uruguay. ”Saya sudah menjalani hidup seperti ini hampir sepanjang hidup saya,” ucapnya. Pada 2010, kekayaan pribadi tahunannya hanya Rp 29,4 juta, setara nilai mobil Volkswagen Beetle miliknya. Pada 2012, dia menambah separuh aset istrinya dengan tanah, traktor, dan rumah hingga mencapai Rp 3,5 miliar. Jumlah itu hanya sepertiga pendahulunya, Tabare Vazquez. ”Saya disebut presiden termiskin, tetapi saya tidak merasa miskin. Orang miskin adalah mereka yang bekerja hanya untuk mempertahankan gaya hidup yang mahal dan selalu menginginkan lebih banyak,” tuturnya.
Sementara di Swedia, pejabat dilarang bergaya hidup mewah. Salah satu skandal politik yang paling simbolik pernah terjadi pada 1990-an. Wakil PM Mona Sahlin membeli sebatang cokelat, popok, dan beberapa barang kebutuhan pribadi lainnya dengan kartu kredit pemerintah. Akibatnya, dia dicopot dari posisinya. Wartawan Brasil yang bertugas di Swedia, Claudia Wallin, dalam bukunya, Sweden: The Untold Story (2018) menceritakan para menteri dan anggota parlemen bepergian dengan bus dan kereta, sama seperti warga yang mereka wakili. Mereka juga tak punya hak atas kekebalan parlemen sehingga dapat diadili di pengadilan. Tanpa sekretaris pribadi, kantor mereka juga minimalis, hanya 8 meter persegi. Hanya PM yang berhak naik mobil. Rakyat memilih politikus yang harus memahami realitas sehari-hari dan penderitaan rakyatnya, semoga Indonesia ke depannya bisa seperti itu. (Yoga)
Desa Wisata Jadi Andalan Tarik Turis
Desa wisata masih diandalkan untuk menggaet wisatawan, baik domestic maupun mancanegara. Ada 5.037 desa wisata di Indonesia yang sedang dikembangkan pemerintah untuk dijadikan destinasi wisata. ”Desa wisata menjadi fokus yang sedang digarap (untuk menggaet wisatawan). Obyek wisata tersebut diyakini dapat memberi pengalaman baru bagi para pengunjung,” kata Wakil Direktur Bisnis Harian Kompas Novi Eastiyanto dalam konferensi pers peluncuran Kompas Travel Fair (KTF) 2024, Jumat (5/7) di Jakarta. Tren pariwisata 2024, menurut Kemenparekraf, kata Novi, meliputi empat hal, yaitu bleisure (business and leisure), wisata kebugaran, wisata mendalam dan bermakna, serta set-jetting (bekas lokasi shooting film).Sejumlah desa wisata menjadi prioritas dalam perhelatan KTF 2024.
Beberapa desa tersebut antara lain Desa Panglipuran (Bali), Desa Nglanggeran (Yogyakarta), Desa Adat Saba (Bali), serta Desa Arborek (Papua Barat). Desa-desa itu banyak dikenal karena berhasil meraih Anugerah Desa Wisata Indonesia dari Kemenparekraf. Dirjen Pembangunan Desa dan Perdesaan Kementerian Desa PDTT, Sugito mengatakan, sejauh ini Kementerian Desa PDTT tengah mengembangkan 5.037 desa wisata, yang dikelola dengan memberdayakan masyarakat setempat agar mereka terlibat aktif dalam geliat industri pariwisata Indonesia. ”Setiap desa itu punya potensi, punya aset yang sangat bervariasi. Itu semua sangat potensial,” ucapnya. Desa wisata, lanjut Sugito, memiliki ciri khas yang berbeda di setiap daerah, mulai dari alam, kuliner, hingga budayanya.
Dari segi makanan, misalnya, masyarakat kota terkadang jenuh mengonsumsi makanan yang tersaji di hotel. Saat ke desa wisata, pengunjung bisa makan dan minum khas daerah sambil menikmati kekayaan alamnya, seperti hamparan sawah hijau. ”Desa wisata saat ini tengah naik daun, bahkan signifikan perkembangannya. Apabila desa wisata juga dikelola dengan baik, bisa berkontribusi secara optimal bagi perekonomian nasional,” katanya. KTF 2024 berlangsung pada 20-23 September 2024 di Jakarta Convention Center, Jakarta. Dalam empat hari perhelatan, acara tersebut ditargetkan bisa menarik 18.000 pengunjung dengan transaksi Rp 31,4 miliar, meningkat dari tahun 2023, dengan pengunjung KTF 2023 sebanyak 15.000 orang dengan transaksi sebesar Rp 28,6 miliar. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









