Ekonomi
( 40754 )Bumi Siak Pusako Rayakan Optimisme di HUT ke-23
Perkembangan signifikan yang dicapai PT Bumi Siak Pusako (BSP) di bawah kepemimpinan Direktur Iskandar. Sejak sepenuhnya mengelola Blok Coastal Plains and Pekanbaru (CPP) dari Pertamina pada 2022, BSP berkomitmen untuk mengelola sumber daya secara efisien dan profesional, dengan target produksi minyak mencapai 8.500 barel per hari hingga akhir tahun. Iskandar menegaskan pentingnya dukungan dari pemerintah dan stakeholder untuk mengatasi tantangan, termasuk proses perizinan yang panjang.
BSP juga menunjukkan dedikasi dalam tanggung jawab sosial melalui program CSR di bidang pendidikan, sambil tetap fokus pada eksplorasi dan peningkatan produksi. Dengan pencapaian laba bersih tertinggi sepanjang sejarah perusahaan, BSP optimis dapat terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan pembangunan di Riau.
Menpar Baru Dihadapkan Target 17 Juta Wisman
Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka 2024-2029, Menteri Pariwisata diharapkan untuk serius mencapai target 17 juta wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang tahun 2024. Sekretaris Jenderal Asita, Budijanto Ardiansjah, mengungkapkan bahwa hingga Agustus 2024, jumlah kunjungan wisman baru mencapai 9,09 juta, sehingga menteri baru perlu merumuskan strategi agar target tersebut dapat tercapai, atau setidaknya mendekatinya. Selain itu, peningkatan kualitas pariwisata dan kebijakan bebas visa kunjungan singkat juga menjadi fokus penting untuk meningkatkan devisa. Budijanto menyambut baik rencana pemisahan Kementerian Pariwisata dari Kementerian Ekonomi Kreatif, yang diharapkan dapat mempercepat kinerja sektor pariwisata.
Malaysia Jadi Target Raksasa Teknologi untuk Investasi
Indonesia perlu mengakui bahwa Malaysia kini lebih unggul dalam menarik investasi di sektor teknologi, terutama dalam industri cip dan data center. Dalam beberapa tahun terakhir, Malaysia telah berhasil menarik perhatian perusahaan teknologi global seperti Microsoft, Amazon, dan Google, yang berinvestasi hingga Rp160,8 triliun di negara tersebut. Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi menjelaskan bahwa pilihan Google untuk berinvestasi di Malaysia lebih dipengaruhi oleh tarif listrik yang lebih murah, kebijakan bebas pajak, dan kepastian hukum yang lebih baik. Sementara itu, investasi Indonesia di sektor ini masih tertinggal, dengan total investasi dari perusahaan-perusahaan besar hanya mencapai Rp25 triliun. Situasi ini menunjukkan perlunya Indonesia untuk mengevaluasi kebijakan dan infrastruktur guna meningkatkan daya saing di pasar investasi teknologi.
Kritik Terhadap Kabinet Gemoy Prabowo
Investasi Jangka Panjang Tidak Lagi Jadi Andalan
Bisnis Telkom (TLKM) Menerima Sentimen Positif
Menantikan Data Baru dari Amerika Serikat
Penetrasi Asuransi Menurun, Banyak PR yang Menunggu
DMAS Tambah Cadangan Lahan
Sentimen Positif Pasar Modal dari Pemanggilan Menteri Ekonomi
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









