Ekonomi
( 40748 )Luhut Beberkan Rencana Besar 30 Juta UMKM Go Digital
Pemerintah menargetkan 30 juta UMKM akan masuk pasar digital pada 2023 mendatang, Menteri Koordinator Kemaritiman dan (Menko Marves), Binsar Panjaitan mengatakan, sejak Mei 2020 sampai Juni 2021 sudah ada 6,5 juta UMKM, sehingga total menjadi 14,5 juta unit yang telah boarding di e commerce. Selanjutnya kita harus terus mendorong 16,5 juta unit UMKM lainnya untuk go digital, hingga 2023 menjadi 30 juta unit on boarding
Luhut mengajak kepada seluruh campaign manager dan Kepala Daerah untuk mencapai target tersebut. Konsumsi produk lokal, kata dia, harus didorong UMKM dapat tumbuh dan berkembang, Apalagi, UMKM menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia.
Luhut juga meminta para penyelenggara e-commerce membantu UMKM untuk meningkatkan transaksinya. Dari Bangga Buatan indonesia (BBI) ini, Luhut berharap dapat menghasilkan pengusaha-pengusaha yang tangguh dalam menghadapi segala situasi.
Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartanto juga mengajak seluruh masyarakat untuk mencintai dan membeli produk lokal, Menurutnya, membeli produk lokal sama dengan berkontribusi nyata dalam upaya pemulihan ekonomi nasional (PEN).
Usaha Pertambangan Tumbuh 5,35 Persen
Sebagai salah satu bentuk sumbangsih Bank Indonesia (BI) terhadap kemajuan pendidikan masyarakat Indonesia dan dalam rangka peringatan HUT Ke-68 BI, 1 Juli 2021 dan HUT Ke-76 RI pada 17 Agustus 2021, Bank Indonesia menyelenggarakan Program BI Mengajar di sejumlah Perguruan Tinggi di Indonesia.
Upaya transformasi ekonomi Kalimantan Selatan menuju ekonomi yang memiliki value added tinggi melalui hilirisasi Sumber Daya Alam, mutlak harus didukung oleh ketersediaan Sumber Daya Manusia Kalimantan Selatan yang kompeten dan memiliki keterampilan tinggi.
Amanlison Sembiring menjabarkan, soal ekonomi Kalsel terbaru setelah mengalami kontraksi selama empat triwulan terakhir, ekonomi Kalimantan Selatan mulai tumbuh positif.
Dikatakan Amanlison, seluruh Lapangan Usaha (LU) tumbuh positif, seperti LU pertambangan (5,35 persen yoy), LU pertanian (0.71 persen yoy), LU Industri Pengolahan (3,23 persen yoy), LU Perdagangan, Hotel, dan Restoran (5,25 persen yoy) dan LU Konstruksi (1,36 persen yoy).
Ini Daftar Lengkap 34 Perusahaan Batu Bara Dilarang Ekspor!
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memutuskan mengenakan sanksi berupa pelarangan penjualan batu bara keluar negeri kepada 34 perusahaan batu bara.
Hal tersebut dikarenakan 34 perusahaan tersebut tidak memenuhi kewajiban pasokan batu bara sesuai kontrak penjualan dengan PT PLN (Persero) dan atau PT PLN Batu Bara Periode 1 Januari-31 Juli 2021.
Keputusan ini sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM No.139.K/HK.02/MEM.B/2021 tentang Pemenuhan Kebutuhan Batu Bara Dalam Negeri yang ditetapkan Menteri ESDM Arifin Tasrif pada 4 Agustus 2021.
Berdasarkan dokumen yang diterima CNBC Indonesia, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin mengirimkan surat keputusan perihal "Pelarangan Penjualan Batu Bara ke Luar Negeri" kepada Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, serta Direktur Jenderal Perhubungan Laut pada 7 Agustus 2021.
CNBC Indonesia telah mengonfirmasikan hal ini kepada Dirjen Minerba Ridwan Djamaluddin dan dirinya pun membenarkan adanya sanksi pelarangan ekspor batu bara kepada 34 perusahaan batu bara tersebut.
Berdasarkan dokumen yang diterima CNBC Indonesia, berikut daftar 34 perusahaan batu bara yang dikenakan sanksi pelarangan ekspor batu bara ke luar negeri karena belum memenuhi kewajiban pasokan batu bara sesuai kontrak penjualan:
PT Arutmin Indonesia, PT Ascon Indonesia Internasional, PT Bara Tabang, PT Batara Batari Sinergy Nusantara, PT Belgi Energy, PT Berkat Raya Optima, PT Borneo Indobara, PT Buana Eltra, PT Buana Rizki Armia, PT Dizamatra Powerindo, PT Global Energi Lestari, PT Golden Great Borneo, PT Grand Apple Indonesia, PT Hanson Energy, PT Inkatama Resources, PT Kasih Industri Indonesia, PT Mandiri Unggul Sejati, PT Mitra Maju Sukses, PT Nukkuwatu Lintas Nusantara, PT Oktasan Baruna Persada, PT Prima Multi Mineral, PT Prolindo Cipta Nusantara, PT Samantaka Batubara, PT Sarolangun Prima Coal, PT Sinar Borneo Sejahtera, PT Sumber Energi Sukses Makmur, PT Surya Mega Adiperkasa, PT Tanjung Raya Sentosa, PT Tepian Kenalu Putra Mandiri, PT Tiga Daya Energi, PT Titan Infra Energy, PT Tritunggal Bara Sejati, PT Usaha Maju Makmur, PT Virema Inpex.
Produsen Semen Cetak Kenaikan Pendapatan
Menurut Herditya,
permintaan semen secara nasional pada semester I tahun ini naik 7,3 persen.
Sepanjang semester pertama, kata dia, permintaan semen didominasi wilayah Jawa dan
Sumatera. Proyek seperti Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta, kereta cepat Jakarta-Bandung,
serta pembangunan jalan tol Trans-Sumatera menyokong pertumbuhan industri semen.
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad, mengatakan kinerja industri semen tak lepas dari sektor konstruksi. Pada saat ekonomi membaik, kata dia, sektor konstruksi mulai bergerak setelah tahun lalu banyak proyek yang tertahan, termasuk yang berasal dari belanja pemerintah.
Sejak awal tahun, Bank Indonesia (BI) mencatatkan tren kenaikan indeks keyakinan konsumen (IKK). Pada Januari lalu, IKK mencapai 84,85 poin dan naik pada Juni menjadi 107,4 poin. Salah satu pendorong kenaikan IKK adalah pertumbuhan penjualan perumahan.
Pada semester pertama tahun ini, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) mencatatkan laba Rp 794,12 miliar atau tumbuh 29,7 persen dibanding pada semester pertama 2020. Direktur Utama Semen Indonesia, Hendi Prio Santoso, mengatakan peningkatan laba ditopang oleh peningkatan volume penjualan serta pengelolaan utang.
BI Tambah Kerja Sama Penggunaan Mata Uang Lokal
Bank Indonesia (BI) berupaya mendorong penggunaan mata uang lokal alias local currency settlement (LCS) dalam transaksi perdagangan dan investasi. Direktur Eksekutif Kepala Departemen Internasional Bank Indonesia, Doddy Zulverdi, mengatakan bakal memperluas kerja sama pemakaian mata uang dengan negara lain. Saat ini, Bank Indonesia telah menyepakati kerja sama LCS dengan Jepang, Malaysia, Thailand, dan Cina.
BI menghadapi tantangan dalam pelaksanaan skema LCS. Menurut Doddy, tak mudah menarik minat pengusaha agar memanfaatkan fasilitas LCS. Selain itu, masih banyak pengusaha yang memiliki kewajiban impor bahan baku menggunakan dolar Amerika Serikat.
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengembangan Pasar Keuangan Bank Indonesia, Donny Hutabarat, mengatakan bakal terus mendorong kerangka kerja sama LCS untuk mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika. Saat ini, lebih dari 90 persen perdagangan Indonesia dengan negara-negara mitra di Asia ataupun di luar Asia menggunakan dolar Amerika. Dominasi dolar Amerika sebagai settlement currency dalam transaksi perdagangan dan investasi menimbulkan ketergantungan tinggi. Dampaknya, kurs rupiah menjadi sangat sensitif. Setelah menerapkan LCS, kata Donny, dalam sebulan Indonesia bisa mengurangi pemakaian dolar Amerika hingga US$ 117,3 juta.
Harga Melonjak, Ekspor Digenjot
Sejumlah produsen batu bara menaikkan target produksi untuk memenuhi permintaan, terutama dari pasar global. Rencana ekspor di tengah tren kenaikan harga batu bara akan membantu meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. PT Indika Energy Tbk merupakan salah satu perusahaan yang tak ingin melewatkan momentum tersebut.
Ricky mengatakan, selama semester I 2021 emiten berkode INDY ini telah mengekspor 11,8 juta ton batu bara. Sebanyak 11,7 juta ton diantaranya berasal dari Kideco dan 900 ribu ton lainnya dari Multi. Sebagian besar diekspor ke Cina, yaitu 33 persen. Sisanya mengalir ke India serta negara-negara Asia Tenggara.
Ekspor tersebut menjadi salah satu pemicu perusahaan mencatat pendapatan sebesar US$ 1,2 miliar atau naik 14,1 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sebabnya adalah kenaikan harga jual rata-rata batu bara Kideco yang mencapai 21,9 persen dari US S 39,8 menjadi US$ 48,6 per ton. Harga jual rata-rata batu bara Multi juga naik 30,4 persen dari US$ 63,1 menjadi US$ 82,3 per ton.
PT Bukit Asam (Persero) Tbk juga merevisi rencana kerja tahun ini dengan menambah produksi menjadi 30 juta ton dari awalnya 29,5 juta ton. "Kami optimistis target ini bisa tercapai, mengingat realisasi produksi di semester I 2021 naik menjadi 13,27 juta ton, " kata Sekretaris Perusahaan Bukit Asam, Apollonius Andwie. Pada paruh pertama 2020, produksi perusahaan sebanyak 12 juta ton.
Apollonius optimistis rencana kerja tersebut akan berdampak signifikan pada kinerja keuangan perusahaan. Sebab, saat ini harga batu bara masih dalam tren naik. Hingga kemarin, harga batu bara telah mencapai kisaran US$ 154 per ton. Harganya terpaut jauh dari posisi akhir tahun lalu yang berada di kisaran US$ 80 per ton.
Sulit Bertahan di Kuartal Ketiga
Para pelaku usaha berharap gelombang penularan Covid-19 segera reda sehingga tak perlu lagi ada perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Shinta Kamdani, bertutur bahwa tren pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2021 hanya dapat dipertahankan bila kegiatan bisnis dibuka.
Indonesia baru keluar dari jurang resesi karena perekonomian pada kuartal II 2021 naik 7,07 persen secara tahunan. Badan Pusat Statistik melaporkan produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku Indonesia pada kuartal II 2021 mencapai Rp 4.175,8 triliun. Adapun pertumbuhan ekonomi sepanjang semester 1 2021 naik 3,31 persen secara tahunan.
Pertumbuhan ekonomi bisa saja berlanjut ke kuartal ketiga pada kisaran 5-6 persen. Namun proyeksi itu akan sulit tercapai jika PPKM berlanjut karena angka kasus positif Covid-19 tak juga turun. Kalau PPKM level 3 atau 4 diteruskan, pertumbuhan hanya akan mencapai 3,5-4 persen, tergantung tingkat relaksasi.
Josua memprediksi PPKM darurat dan PPKM level 4 akan menekan tren pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga 2021 ke kisaran 2,75-3,25 persen.
Indonesia Keluar dari Resesi
Indonesia keluar dari resesi . Setelah terkontraksi selama empat kuartal berturut-turut, Produk Domestik Bruto, Indonesia pada kuartal II-2021 mampu tumbuh 7,07%. Seluruh sektor menggeliat tercermin pada PDB berdasar lapangan usaha yang seluruhnya tumbuh positif. Kepala Badan Pusat Statistik Margo Yuwono mengumumkan, dengan perbaikan signifikan berbagai indikator ekonomi selama berdasarkan kuartal II-2021, perekonomian Indonesia berdasarkan besaran PDB atas dasar harga berlaku (ADHB) tercatat RP 2,772,8 trillun. Menurut Margo lagi, berdasarkan lapangan usaha, lima sektor mengontribusi 64,85% PDB. Kelimanya adalah sektor industri pengolahan , pertanian, perdagangan, konstruksi dan pertambangan. Secara keseluruhan, yakni sebanyak 17 lapangan usaha, tumbuh positif.
Untuk PBD berdasarkan pengeluaran, komsumsi rumah tangga tumbuh 5,93% (yoy), komsumsi pemerintah melonjak 8,06% pembentukan modal Tetap Bruto atau investasi meningkat 7,54%, ekspor melejit 31,78%, impor melonjak 31,22% serta Lembaga Non-Profit yang melayani Rumah Tangga tumbuh 4,12%. "Kalau lihat tren, pertumbuhan PDB kuartal II, tetapi ini sangat tergantung pada penanganan Covid-19," ucap Margo. Pertumbuhan ekonomi nasional yang cukup tinggi juga ditopang melonjaknya pertumbuhan ekonomi mitra dagang utama Indonesia. Diantaranya Amerika Serikat yang pada kuartal III-2021 mampu tumbuh 12,2% Tiongkok (7,9%) dan Singapura (14,3%). (YTD)
BI-Kemenkeu Jepang Perkuat Kerja Sama Penggunaan Mata Uang Lokal
Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan Jepang, pada kamis (5/8) menyepakati penguatan kerangka kerja sama penyelesaian transaksi dengan mata uang local currency settlement antara kedua negara dalam rupiah-yen yang telah diimplementasikan sejak tanggal 31 Agustus 2020. "Penguatan dimaksudkan adalah memberikan pelonggaran aturan transaksi valas dalam kerangka penyelesaian transaksi bilateral kedua negara dengan rupiah-yen." dikutip dalam keterangan resmi Bank Indonesia, pada hari yang sama. Penguatan kerangka tersebut sejalan dengan nota kesepahaman yang ditandatangani oleh BI dan JMOF pada tanggal 5 desember 2019.
LCS Framework adalah penyelesaian transaksi perdagangan antar dua negara dalam mata uang masing-masing negara dimana setelmen transaksinya dilakukan didalam yuridiksi wilayah negara masing-masing. Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, penguatan kerangka kerja LCS ini diperluas dari yang semula hanya mencakup transaksi perdagangan, kini diperluas mencakup underlying transaksi LCS dengan menambah investasi langsung dan income transfer (termasuk remitansi).
"Penguatan kerja sama LCS BI dan BNM meliputi pelonggaran aturan transaksi valas, antara lain terkait perluasan instrumen lindung nilai dan peningkatan threshold nilai transaksi tanpa dokumen lindungi underlying sampai dengan US$ 200.000 per transaksi," tutur Erwin dalam keterangan tertulis pada selasa (2/8). Strategi penguatan kerangka kerja sama LCS merupakan komitmen yang berkelanjutan bersama kedua bank sentral. YTD
Listing via SPAC, Traveloka Incar Dana US$ 400 Juta
Peruasahaan penyedia tiket pesawat dan hotel, Traveloka mengincar dana sebesar US$ 400 juta atau sekitar Rp 5,7 trilliun dari pencatatan saham di bursa efek Amerika Serikat. Pencatatan saham ini dilakukan melalui merger pencatatan dengan special purpose acquisition company, Bridgetown Holdings ltd. Adapun Bridgetown Holdings merupakan SPAC yang disokong oleh taigon Richard Li dan Peter Thiel. Sementara itu Deelstreet Asia melaporkan , Traveloka mencatat valuasi sebesar US$ 4 milliar sebelum pendemi namun valuasi ini menurun menjadi US$ 2,75 milliar ketika dilakukan negosiasi dengan investor.
Ditengah Pandemi, Traveloka masih bisa menghimpun dana sekitar US$ 250 juta, Traveloka sudah melakukan ekspansi ke tujuh negara dan mengakuisisi tiga perusahaan yang merupakan kompetitor langsung seperti Pegipergi di Indonesia, MYtour di Vietnam, dan TravelBook di Philipina. Dengan dilakukannya merger tersebuit Traveloka akan bersaing dengan Grab Holdings untuk mencapai Unicorn terbesar di Asia Tenggara. Adapun Grab Holdings berencana mencatatkan sahamnya di Bursa AS pada tahun dan ini berpotensi menghasilkan valuasi sekitar US$ 39,5 milliar.
Sementara itu, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) akan listing di Bursa Efek Indonesia, hari ini. Perseroan meraup dana 21,9 trilliun dari IPO. Adapun jumlah saham yang dilepas ke publik sebanyak 25,76 milliar saham setara 25% harga IPO sebesar RP 850 persaham. Sementara itu, GoTo. perusahaan hasil merger Gojek dan Toko Pedia, juga dikabarkan akan listing di Bursa Efek Indonesia pada tahun ini. GoTo salah satu merupakan perusahaan teknologi yang berkembang di kawasan Asia Tenggara. Hingga akhir 2020, GoTo mencatat total gross transanction ralve lebih dari dua juta pengendara dan 11 juta mitra merchant per Desember 2020. Sementara pengguna aktif bulanan mencapai 100 juta orang. (YTD)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









