Teknologi
( 1206 )Rencana Hentikan Cek Fakta Meta Picu Kekhawatiran Banyak Pihak
Pada Tahun 2025 Menjadi Ajang Perlombaan Meta, Apple, Google, dan OpenAI
Pada 2024, perusahaan teknologi global terus berlomba merilis pembaruan kecerdasan buatan dan perangkat keras terbaru. Namun, sejumlah inovasi berbasis kecerdasan buatan yang lebih personal masih belum diungkapkan. Lantas, apa saja rencana mereka untuk tahun 2025? The Financial Times, Senin (23/12/2024), melaporkan, Meta akan menambahkan layar dalam produk kacamata pintarnya, Ray-Ban, pada semester II-2025. Layar itu dapat menampilkan pemberitahuan dan respons dari robot percakapan atau chat bot Meta. Kepala Teknologi Meta Andrew Bosworth mengatakan, pengguna akan menikmati asisten kecerdasan buatan yang dipersonalisasi pada 2025. Asisten ini tidak hanya menanggapi perintah, tetapi juga membantu pengguna sepanjang hari. ”Salah satu hal yang paling saya nantikan tahun 2025 adalah evolusi asisten kecerdasan buatan,” katanya. Perusahaan raksasa teknologi lainnya, yakni Apple, bakal meluncurkan asisten kecerdasan buatan Siri yang juga lebih personal. Waktu peluncuran belum jelas, apakah tahun 2025 atau 2026.
Hanya saja, Business Insider baru-baru ini menuliskan bahwa Apple akan mengumumkan model bahasa besar (large language model/LLM) Siri pada 2025. Hal itu sejalan dengan pemberitaan Bloomberg pada November 2024 yang menuliskan, Apple mengumumkan peluncuran perangkat rumah pintar pada Maret 2025. Perangkat itu diperkirakan menyerupai sabak yang dipasang di dinding dan dapat mengontrol peralatan, mengelola panggilan video, dan menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk mengakses aplikasi. Selain itu, Apple dikabarkan bakal mengumumkan model Iphone Air yang ramping serta versi baru iPhone SE dengan harga lebih terjangkau dan mendukung Apple Intelligence. Dari sisi Google, Business Insider menuliskan, Google telah bermitra dengan Samsung dan Qualcomm. Kemitraan ini untuk mengembangkan proyek teknologi realitas campuran (mixed reality) yang akan dirilis pada platform komputasi spasial Android XR. Proyek yang bakal dirilis pada 2025 itu menawarkan pengalaman pemakaian teknologi mixed reality dan asisten kecerdasan buatan milik Google, yaitu Gemini, secara terintegrasi. (Yoga)
Ketatnya Persaingan Jadi Ujian Baru
Persaingan di Bisnis Telekomunikasi Memang Ketat
Kepercayaaan Masyarakat ke Bank Tradisional Menurun
Ini Peran Menkomdigi dalam Merger XL-Smartfren
Ketatnya Persaingan Membayangi Kinerja Perusahaan
Sinarmas Alokasikan Dana Investasi Besar
UMKM Perlu Manfaatkan Teknologi AI agar naik kelas
Transformasi digital dibutuhkan untuk mempercepat UMKM naik kelas, dengan memanfaatkan platform digital, mulai dari lokapasar hingga teknologi kecerdasan buatan atau AI. Wakil Menteri UMKM, Helvi Yuni Moriza mengatakan, sektor UMKM memiliki peran yang krusial sekaligus memegang kunci dalam visi Indonesia Emas 2045. Untuk itu, pengembangan UMKM tidak hanya berhenti pada program-program pelatihan, kemitraan, akses pasar, dan akses permodalan. ”Yang harus kita lakukan saat ini, yaitu transformasi digital. Suka atau tidak suka, kita harus memasuki itu karena UMKM adalah fundamental ekonomi Indonesia,” katanya dalam forum diskusi bertajuk ”Menatap Masa Depan: Transformasi dan Peluang UMKM Indonesia”, di Jakarta, Kamis (12/12).
Saat ini, baru 25 juta pelaku UMKM yang telah terhubung dengan ekosistem digital atau 39,81 % dari total UMKM. Padahal, sektor UMKM menjadi salah satu fondasi bagi pertumbuhan ekonomi dengan jumlah 64,2 juta pelaku UMKM telah berkontribusiterhadap 61 % PDB dan menyerap 97 % tenaga kerja. Menurut Helvi, transformasi UMKM merupakan hal yang penting untuk mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Terdapat empat nilai yang perlu dimiliki agar UMKM dapat bertransformasi, yakni loyalitas, integritas, disiplin, dan inovatif. ”Pelaku usaha dituntut untuk terus berinovasi terhadap produk atau diversifikasi produk. Inovasi akan membuat UMKM dapat merespons perubahan dan persaingan pasar sehingga menjadi bisnis yang tangguh. Tidak bisa lagi menggunakan cara konvensional dalam menentukan perencanaan, proses bisnis, dan antisipasi pasar,” tuturnya. (Yoga)
Episode Baru XLSmart Telecom Mencapai Kesepakatan Menuju Merger
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









